RASI MEDIA – Jalur pendakian Gunung Lawu masih ditutup pascakebakaran hutan beberapa waktu lalu. Perhutani KPH Lawu Ds masih berkoordinasi sebelum memutuskan pembukaan kembali jalur pendakian. Sementara itu, Perhutani menyiapkan mitigasi bencana longsor, pohon tumbang, dan banjir menjelang musim hujan.
Wakil Administratur Perhutani KPH Lawu Ds, Hermawan, mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan kawasan hutan. “Kami masih menunggu dan berkoordinasi. Kondisi hujan juga belum merata, sehingga kami perlu melihat perkembangan kondisi di atas,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (2/11/2026).
Menghadapi musim hujan, Perhutani memetakan kawasan rawan longsor, mendata pohon kering yang berpotensi tumbang, serta memeriksa tanah retak dan sungai yang berisiko tersumbat material sisa kebakaran. Hermawan mengatakan, petugas melakukan pendataan untuk mengantisipasi potensi bencana. “Mitigasinya dengan inventarisasi. Kami mendata lokasi pohon rawan tumbang, pohon kering, dan memeriksa apakah ada tanah retak yang berpotensi menyebabkan longsor,” katanya.
Jika menemukan potensi bahaya, Perhutani akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD untuk melakukan langkah pencegahan, termasuk membersihkan sungai dan menangani pohon rawan tumbang.
Selain itu, Perhutani menyiapkan rehabilitasi lahan bekas kebakaran melalui penanaman kembali sekitar 20 hektare, dengan kemungkinan tambahan lima hektare di lokasi lain. Bibit trembesi dan sengon telah disiapkan untuk ditanam setelah curah hujan mencukupi. “Penanaman dilakukan ketika kondisi hujan sudah mencukupi,” jelas Hermawan.