Connect with us

News

Hadapi  Elnino Godzilla Pemadam Kebakaran Magetan Masih Minim Personil.

Published

on

Hadapi  Elnino Godzilla Pemadam Kebakaran Magetan Masih Minim Personil.

 

RASI MEDIA  – Angka kebakaran lahan di Kabupaten Magetan mengalami penurunan signifikan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melalui Bidang Pemadam Kebakaran mencatat penurunan lebih dari 50 persen dibanding tahun sebelumnya. Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran Satpol PP Magetan, Ali Sukamto, mengatakan mayoritas kebakaran sebelumnya dipicu kebiasaan masyarakat membakar sampah di lahan terbuka.“Kebanyakan pembakaran itu di lahan, bahkan di bawah pohon. Tapi alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mulai sadar,” ujarnya.

Ia menyebut, pada tahun sebelumnya kejadian kebakaran akibat pembakaran sampah dan aktivitas lain cukup tinggi. “Kemarin itu sekitar 150 kejadian. Sekarang turun jadi sekitar 60 persen,” jelasnya.

Baca Juga:  Akan Diperiksa Tim Riksus, Kasun Yang Tersandung Kasus Selingkuh di Magetan Mengundurkan Diri.

Menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino, pihaknya terus menggencarkan langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat. “Kami fokus sosialisasi dan imbauan agar masyarakat berhati-hati dalam penggunaan api, termasuk saat memasak maupun membakar sampah,” tegasnya.

Dari sisi sarana, Damkar Magetan saat ini memiliki delapan unit mobil pemadam.“Total ada 8 unit, terdiri dari 5 unit rescue dan 3 unit tangki. Kami juga punya 2 unit untuk penyelamatan seperti evakuasi ular dan tawon,” katanya.

Baca Juga:  Gelontorkan Anggaran 3,5 Miliar, Pemkab Magetan Pastikan Rehab Pasar Baru Tahap 4 Selesai Bulan Desember Mendatang.

Untuk mendukung pelayanan, Damkar Magetan juga memiliki tiga pos, yakni di Karangrejo, Barat, dan Parang. Namun, keterbatasan personel masih menjadi kendala utama. “Jumlah personel saat ini 22 orang. Idealnya sekitar 140 orang untuk mencakup seluruh wilayah Magetan,” ungkap Ali.

Selain penanganan kebakaran, Damkar juga menangani berbagai kejadian non-kebakaran seperti evakuasi hewan, pelepasan cincin, hingga membantu warga dalam kondisi darurat. “Tahun 2025 ada lebih dari 300 kejadian non-kebakaran. Tahun 2026 ini sementara sekitar 11 kejadian,” jelasnya.

Baca Juga:  Kreatif di Masa Pandemi Covid 19, TKSK Kabupaten Magetan Mendapat Penghargaan Gubernur.

Sebagai langkah jangka panjang, Damkar Magetan juga menggencarkan program penghijauan dengan menyasar pelajar. “Kami dorong anak TK, SD, sampai SMA untuk menanam pohon di lahan kosong. Ini bagian dari edukasi sekaligus antisipasi kekeringan,” katanya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terus meningkat sehingga risiko kebakaran bisa ditekan, terutama di musim kemarau yang diprediksi lebih panjang tahun ini.“Yang penting sekarang kesadaran bersama. Jangan sembarangan membakar, dan mari jaga lingkungan,” pungkasnya.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM