Connect with us

News

1 Calon Jemaah Haji yang Meninggal Menjelang Keberangkatan, 538 Jemaah Haji Magetan Siap Berangkat.

Published

on

1 Calon Jemaah Haji yang Meninggal Menjelang Keberangkatan, 538 Jemaah Haji Magetan Siap Berangkat.

RASI MEDIA –  Kementerian Haji Kabupaten Magetan, Jawa TImur  memastikan seluruh persiapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026 berjalan sesuai rencana meski ada peningkatan eskalasi di Timur Tengah antara Negara Amerika, Israel dengan Negara Iran. Kepala Kementerian Haji Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini mengatakan, calon jemaah haji asal Kabupaten Magetan sebanyak 538 calon jemaah haji tergabung dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang dijadwalkan berangkat mulai 26 April 2026 sesuai ketetapan embarkasi Surabaya tidak ada yang mengundurkan diri. “Jadwal tetap sesuai yang ditetapkan sejak awal dan semua calon Jemaah haji siap berangkat. Tidak ada yang mengundurkan diri. Semua berangkat  Insyaallah aman,” ujarnya ditemui usai kegiatan sosialisasi pemberangkatan haji di Aula Kemenag Magetan Senin (13/4/2026)

Baca Juga:  Menjaga Kehangatan Radio di Tengah Gelombang Digital

Kemenhaj  Magetan  juga mencatat satu calon jemaah haji dilaporkan meninggal dunia sebelum keberangkatan dan masih menunggu kepastian pengisian kuota pengganti. Kemehaj  Magetan menyiapkan teknis keberangkatan dengan menempatkan jemaah dalam kloter 20 dan 21 yang berangkat pada hari yang sama dengan selisih waktu sekitar dua jam.“ Kita masih menunggu terkait calon Jemaah yang meninggal  pengisiannya sesuai kuota daftar tunggu,” imbuh Ida.

Baca Juga:  Remaja Disabilitas di Magetan yang Hilang di Hutan Saat Ikut Mencari Empon Empon Ditemukan di Aliran Bengawan Solo Bojonegoro 

Dari sisi usia, komposisi jemaah cukup beragam. Jemaah tertua berusia sekitar 90 tahun, sedangkan yang termuda sekitar 21 tahun. Kemenhaj  juga memberi perhatian pada kebutuhan khusus, termasuk penggunaan kursi roda. “ Ada 17 jemaah haji beresiko tinggi tetapi dipastikan ada pendmaping dari keluarga yang akan berangkat. Jemaah boleh membawa kursi roda, tetapi harus diberi identitas lengkap seperti nama, rombongan, dan kloter,” jelas Ida.

Baca Juga:  Tambah 2, Satu Masih Remaja [UPDATE]

Untuk mendukung kelancaran, Kemenhaj Magetan menjadwalkan pengumpulan koper maksimal dua hari sebelum keberangkatan. Seluruh koper akan dikirim lebih awal ke asrama haji agar proses keberangkatan berjalan lancar. Ia mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik, rutin mengonsumsi obat bagi yang memiliki penyakit bawaan, serta tidak membawa barang berlebihan selama di Tanah Suci. “Jemaah harus tetap khusnudon, mengikuti aturan, dan fokus beribadah. Insyaallah semua berjalan baik,” pungkasnya.

 

 

 274 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *