Connect with us

News

Didatangi Komplotan Pencuri Berkedok Pengobatan Terapi, Warga Ponorogo Kelhilangan Uang Rp 10 Juta dan Perhiasan Emas.

Published

on

RASI MEDIA – Pasangan suami istri (pasutri) lansia asal Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo menjadi korban pencurian dengan modus pengobatan terapi yang dilakukan komplotan tak dikenal. Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai Rp10 juta serta perhiasan emas seberat kurang lebih 33 gram yang disimpan di dalam lemari rumah.

Korban diketahui bernama Bonari (68) dan Supiatun (60). Anak korban, Dian Rianto, membenarkan peristiwa tersebut. “Iya bapak ibu kehilangan uang tunai dan perhiasan emas setelah didatangi empat orang dengan modus terapi,” ujar Dian, Senin (9/3/2026).

Dian menjelaskan, komplotan yang berjumlah empat orang itu terekam kamera Closed-Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB menjelang azan dzuhur. “Empat orang pelaku datang menggunakan mobil dan langsung menuju rumah ibu saya,” katanya.

Baca Juga:  Si Bolih Logo Pilkada Magetan 2024 Tiba Tiba Buka Baju, KPU Magetan Masih Enggan Jelaskan Pergantian Logo.

Kedatangan para pelaku membuat Dian merasa curiga karena mereka langsung menyasar rumah orang tuanya. Saat itu, Supiatun baru pulang dari sawah dan hendak beristirahat serta menunaikan salat dzuhur. Menurut Dian, para pelaku mengetuk pintu dan menawarkan jasa terapi pengobatan. Karena percaya, korban kemudian mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah. “Ibu saya habis dari sawah, mau istirahat dan salat dzuhur. Ada yang ketuk pintu menawarkan pengobatan terapi, lalu dipersilakan masuk,” jelasnya.

Awalnya, tiga orang pelaku masuk ke dalam rumah, kemudian disusul satu orang lainnya. Mereka mengaku mampu melakukan terapi kesehatan bagi orang tua. Di tengah proses terapi, salah satu pelaku meminta izin ke kamar mandi dan meminta Supiatun mengantarkan. Setelah itu, korban kembali ke ruang tamu. “Bapak dan ibu kemudian dibaringkan untuk diterapi. Salah satu pelaku laki-laki juga sempat minta izin ke belakang menuju sumur,” paparnya.

Baca Juga:  Tak Ingin Ada Suroso Lainnya Tewas Tertimbun Longsor Tambang, Dinas ESDM Jatim Malah Mangkir Diajak Rapat Koordinasi Mitigasi Tambang di Magetan

Setelah terapi selesai, para pelaku langsung pamit meninggalkan rumah. Saat itu, kedua korban belum menyadari uang dan perhiasan mereka telah raib. Korban baru mengetahui kejadian tersebut pada Sabtu malam usai salat tarawih saat hendak mengambil uang dan perhiasan untuk keperluan menjelang Lebaran. “Saat ibu membuka lemari, uang Rp10 juta dan perhiasan sekitar 33 gram sudah tidak ada,” ungkap Dian.

Baca Juga:  Data Miskin Ekstrem Sempat Dinolkan, Pj Bupati Magetan Minta Cross Cek Data Warga Miskin.

Korban semakin curiga karena tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan pada pintu maupun jendela rumah. Namun, korban menemukan sebuah gunting yang tertinggal di dalam lemari. “Sejak Kamis sampai Sabtu tidak ada tamu lain. Semua pintu dan jendela utuh, tapi ada gunting tertinggal di lemari,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menyatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan. “Kami sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti. Kami juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menyimpan barang berharga serta tidak mudah menerima tamu yang tidak dikenal,” pungkasnya.

 971 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *