Connect with us

Wawasan

Bedah Buku “Madiun dalam Cerita”, Ungkap Dimensi Spiritual dan Imajinatif Sastra Lokal

Published

on

Bedah Buku “Madiun dalam Cerita”, Ungkap Dimensi Spiritual dan Imajinatif Sastra Lokal

RASI MEDIA  – Diskusi bedah buku Madiun dalam Cerita yang digelar di Omah Koe menghadirkan pandangan mendalam dari narasumber Dr. Drs. Aries Purwanto, M.Pd. Ia menilai kumpulan cerpen dalam buku tersebut tidak sekadar merekam realitas, melainkan membangun dunia imajinatif yang sarat makna spiritual.

Menurut Aries, meskipun cerita-cerita dalam buku itu berangkat dari kehidupan nyata masyarakat Madiun, karya sastra memiliki otonomi tersendiri. “Ada dunia tersendiri di dalam kumpulan cerpen itu, sehingga tokoh, peristiwa, maupun pesannya harus ditafsirkan dengan imajinasi dan kesadaran spiritual,” ujarnya.

Baca Juga:  Bapanas Akan Bangun Kios Pangan di 5 Titik, Pilot Project di Magetan.

Ia menjelaskan, sejumlah cerita yang mengandung unsur mistis atau pengalaman batin tidak dapat dipahami secara literal. Pembaca, kata dia, membutuhkan kedalaman pengalaman dan kepekaan tertentu untuk menangkap pesan yang tersirat. Aries bahkan mengaitkan hal tersebut dengan pengalaman pribadinya menjalani laku spiritual di masa kecil.

Lebih dari sekadar menggambarkan Madiun sebagai ruang geografis, buku ini dinilai menyimpan filosofi kehidupan yang dalam. Unsur budaya seperti kuliner tradisional pun, menurutnya, tidak hadir semata sebagai pelengkap cerita, melainkan mengandung nilai simbolik hingga sakral dalam konteks tertentu.

Baca Juga:  Organisasi Pecinta Alam PWM Temukan Warga Buang Sampah di Kawasan Tandon Air PDAM, Kesadaran Warga Masih Minim? 

Dari 25 cerpen yang disajikan, Aries melihat adanya keragaman tema dan dimensi, mulai dari aspek fisik yang kasatmata hingga lapisan makna filosofis dan historis. Namun, ia juga mencatat bahwa beberapa cerita masih berupa potongan-potongan yang berpotensi dikembangkan lebih dalam, bahkan hingga menjadi karya ilmiah seperti skripsi atau tesis.

Sebagai pembaca sekaligus kritikus, Aries mengaku terlibat secara emosional saat membaca. Ia menilai kekuatan buku ini mampu menyentuh sisi batin pembaca. Meski demikian, ia juga memberikan masukan terkait konsistensi logika dalam penulisan yang perlu diperkuat.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Magetan Apresiasi Forum Konsultasi Publik, Harusnya Dilaksanakan Di Beberapa Wilayah.

Ia mengapresiasi para penulis, khususnya generasi muda, yang telah produktif berkarya. Potensi literasi di Madiun, menurutnya, sangat besar dan layak terus dikembangkan. Ia mendorong agar penerbitan karya serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan eksplorasi yang lebih luas di wilayah Madiun Raya.

“Sastra tidak hanya untuk hiburan, tetapi harus mampu mengubah cara berpikir, sikap, hingga kesadaran pembacanya,” tegasnya.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM