Wawasan
Tentangku dari “ RUH KARTINI “
Published
4 bulan agoon
By
rasinews
Oleh Nina Wahyu Tristanti
26 Maret 2022, berdebar – debar aku menunggu hari itu, hari dimana aku merasa bahwa semua adalah mimpiku menjadi nyata. Kuasa-MU luar biasa, aku yang bukan siapa – siapa, hanya seorang ibu berputra dua yang bekerja sebagai pegawai rendahan di salah satu Pabrik Gula BUMN di Magetan, mendapat kesempatan duduk bersama dalam suatu majelis bersama para Kyai, Alim Ulama, dan Umaro. Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Magetan, dihari itulah aku akan dilantik sebagai Anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga. Amanah dan tanggung jawab yang sangat berat namun dengan keyakinan niat terus belajar akan aku emban tugas itu dengan sebaik – baiknya, karena pada dasarnya hidup manusia adalah sebuah proses yang tak akan pernah berhenti hingga kita sudah tiada didunia ini lagi. Terima kasih, Tuhan.
Apa yang bisa aku berikan kepada orang lain dengan posisiku didalam kepengrusan MUI Kabupaten Magetan tersebut? Pada dasarnya hidup hanya sekejap, kematian adalah hal yang paling dekat dengan hidup kita. Pepatah mengatakan gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Sedangkan kita mati akan meninggalkan apa, yang pasti nama dan amalan hidup selama didunia. Dan nama setelah kita tiada akan selalu dikenang jika kita punya sesuatu yang istimewa.
Teringat sosok bijaksana memberiku sebuah buku “ Dalane Uripku “ karyanya menjadi motivasi untuk menjadi istimewa dengan membagi pengalaman hidup dengan sedikit ilmu yang kupunya. Dr. Drs. H. Suprawoto, M.Si, beliau berpesan, “Menulislah, karena jika kita tiada sedangkan kita tidak punya apa-apa orag masih akan mengenang tulisan kita.” Teringat pula seorang sahabat baikku, Fileski, penyair dengan ribuan karya yang telah diakui dunia sastra di Indonesia bahkan dimanca negara. Dia berkata, “Mbak, menulislah karena orang menulis sudah pasti dia membaca, namun orang membaca belum tentu akan menulis sedangkan membaca adalah aset kita menjadi kaya ilnu pengetahuan.”
Selama menunggu hari pelantikan, aku terkenang masa lalu hingga bisa sampai pada tahapan hidup saat ini, tentunya melalui proses panjang.
Dua puluh tiga tahun lalu, aku memutuskan bekerja di Pabrik Gula karena permintaan ayahku. Beliau adalah insan perkebunan yang sangat bangga dengan nama besar instansinya. Jiwa humanisme ku memberotak, namun segera aku sadari ilmu komunikasi yang aku pelajari dapat diterpakan dalam pekerjaaan apapu. Aku berusaha menjadi pekerja keras dan penuh tanggung jawab karena bagiku bekerja adalah beribadah. Bagiku tidak ada yang sia-sia didunia ini jika kita mampu menyikapinya dengan bijaksana.
Hari berlalu. Semua proses kunikmati hingga SK Pegawai Tetap aku terima ditahun 2008. Saat itu rutinitasku hanya sebagai karywan dan ibu rumah tangga. Hobbyku adalah menulis puisi, untuk mengisi waktu senggang aku melakukannya lagi. Percaya diriku didunia sastra bangkit, karyaku l dimuat di media diantaranya Biemco.com, Bangkalan Post, dan buku Antologi Puisi Negeri Kertas. Sejak itu aku mulai berani menjadi pelaku seni diatas panggung, membaca puisi dalam pentas kolosal Opera Wayang Bhinneka pada tanggal 31 Desember 2016 dengan lakon Rama Tambak di alun-alun Magetan dan tanggal 16 Oktober 2016 acara Wayang Kolosal Multimedia pada Peringatan Hari Jadi ke 71 Propinsi Jawa Timur dan Hari Jadi Kabupaten Magetan ke 341 Darah seni berasal dari kakek pihak ibu yang berprofesi sebagai dalang dan guru kesenian. Tanggal 24 Desember 2021 aku diberi kesempatan Dewan Juri dalam Lomba Baca Puisi Tingkat SLTP/SLTA se-Kabupaten Magetan di Pendopo Surya Graha Pemetrintah Kabupaten Magetan.
Melihat minatku tinggi seni dan budaya, Almarhum suami berkata, “Jika kita bisa berbuat lebih untuk kebaikan umat, lakukan, kamu punya potensi namun jangan tinggalkan kodrat wanita sebagai ibu rumah tangga.” Dengan ijinnya, aku mulai aktif organisasi diluar pekerjaan, tentu saja bukan kegiatan politik karena perusahaanku melarang terlibat apapun dalam politik.
Dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan terjadi, semua telah ditulis oleh-Nya dalam Lauhul Mahfudz-Nya. Tahun 2012 aku bertugas sebagai Admnistrasi Poliklinik. Disinalh aku mengenal arti kemanusiaan lebih dalam lagi. Cara menghadapi pasien yang notabene adalah orang yang sedang kesusahan, aku dapatkan disini. Disilah aku memuttuskan bergabung dengan Komunitas Relawan 24 Jam Magetan. Sekecil apapun kebaikan yang kita tanam pasti akan menuai hasilnya. Saat pandemi Caovid 19, relawan bersinergi dengan pemerintah untuk penanganan Covid 19 dan bisa membantu pemerintah dalam penanganannya.
Tahun 2014, terjadi pemisahan manajemen. Semua Rumah Sakit PTPN XI menjadi PT NSM sebagai anak perusahaan PTPN XI, aku kembali ke kantor Pabrik Gula sebagai administrasi Tebu Rakyat Luar Daerah (TRLD). Berkomunikasi dengan banyak orang membuat aku menemukan passion ku kembali. Pergantian jobdisc adalah hal biasa, aku mendapat tuga baru sebagai administrasi TJSL Tanaman yang berurusan dengan penyaluran kredit petani. Hal membanggakan, kantorku menerima penghargaan sebagai Pabrik Gula Terbaik dalam hal Penyaluran dan Pengembalian Kredit TJSL PTPN XI.
Sebagai ibu rumah tangga, kesibukan pekerjaan tidak boleh mengorbankan waktu untuk keluarga. Setiap pagi, pagi hari adalah efektif untuk family time, sarapan dan berangkat sekolah bersamaku. Begitu juga bagi Almarhum suamiku yang sibuk berbisnis. Komunikasi intens kami lakukan walaupun hanya melalui sambungan telepon. Untuk menebus waktu yang hilang, kami menyediakan waktu selalu berlibur saat ada waktu senggang.Ketika anak-anakku bertambah usia, ada kesempatan berorganisasi kemanusiaan dan keagamaan, tanpa meninggalkan pekerjaan. Bertemu dengan orang-orang baru membuatku merasa hidup lebih berguna. Sebuah kepercayaan untukku terpilih menjadi Sekretaris Pengurus Daerah Badan Kontak Majelis Taklim Kabupaten Magetan periode 2018 – 2023. Aku harus lebih memperbaiki diri, sebagai orang tua yang baik pasti akan menjadi panutan bagi anak-anaknya.
Hal yang membahagiakan melihat anak-anak berhasil dalam pendidikan dan taat beribadahnya. Anakku yang kecil selalu menjadi juara tiga besar dalam pelajaran disekolahnya. Bagiamana dengan anak pertamaku? Sejak dari pendidikan SMK, dia berprestasi dibidang multimedia. Menjadi wakil sekolah untuk lomba fotografi dan selalu mendapatkan juara. Melihat potensinya, sebagai orang tua mendukung pilihan pendidikannya di Sekolah Tinggi Multimedia Yogyakarta dan manjalani wisuda bulan Juli 2025. Bahkan sebelum lulus kuliah suah bekerja pada sebuah perusahaan properti terkemu di Yogyakarta, PT Ubu Villa. Peran Almarhum suamiku mengajari bekerja dalam dunia entertaiment dan event organizer untuk menambah pengalaman dan port folionya.
Ketika kesibukanku mulai bisa diatur, aku mencoba berbisnis kuliner. Niatku membuka usaha adalah ibadah, bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. Cafe Sobat Aspal di tempat wisata Sarangan dan bisnis duren Juragan Duren Mantep mulai aku jalankan. Kehidupan keluarga berjalan normal waktu tersita oleh kesibukan masing-masing. Kami tanamkan prinsip kepada anak-anak bahwa hidup bukan sebagai makhluk tunggal, namun sebagai makhluk sosial yang pasti mempunyai peran ganda dalam kehidupan. Sebagai diri sendiri, anggota keluarga, masyarakat, dan umat-Nya.
Hubungan baik dengan Tuhan haruas harmonis pula dengan sesama. Semakin bertambah usia, persiapkan diri sendiri dalam hal keimanan, hingga suatu menjadi Pengurus MUI Kabupaten Magetan dalam Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Keluarga untuk periode 2022 -2027. Sebenarnya belum pantas menerima jabatan ini karena aku merasa belum mampu duduk sejajar dengan para Kyai, Alim Ulama, dan Umaro. Saat aku ragu, teringat nasehat Bapak Nuril Nuda, mantan General Manajer di perusahaanku bekerja. Beliau berkata, “ Jika kita berdekatan dengan minyak wangi dan berani memegangnya, niscaya akan tertular menjadi wangi.” Jika kita berhubungan dengan orang baik, niscaya akan menjadi baik pula perkataan dan perbuatan kita, sedangkan jika kita sudah belajar menjadi orang baik, sesuatu yang baik akan mengikuti kita dalam hal apapun. Hidup adalah proses yang tidak pernah berhenti, selalu berusaha menjadi baik. Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.
Terima kasih, Tuhan, atas segala karunia dan petunjuk-MU. Semua pencapaian tidak terlepas dari semangat perjuangan Kartini yang membuka mata dunia bahwa wanita pun bisa berdaya dan berkarya Untuk perempuan-perempuan Indonesia, berproses menjadi baik itu adalah tugas dan tanggung jawab kita untuk menjaga marwah wanita sesungguhnya. Selamat Hari Kartini tahun 2026. Semangat emansipasi Kartini selalu ada dihati kami.
![]()

