Connect with us

Politik

Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni, Bentuk Peduli Pusaka Land Ditengah Pandemi Covid 19.

Published

on

Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni, Bentuk Peduli Pusaka Land Ditengah Pandemi Covid 19.

Bedah 3 Rumah Tidak Layak Huni, Bentuk Peduli Pusaka Land Ditengah Pandemi Covid 19.

Rasi Fm – 3 rumah tidak layak huni RTLH di Dusun Alastuwo Desa Balegondo Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, direhab oleh pengembang perumahan Pusaka Land melalui kegiatan Pusaka Land Care. Bupati Magetan Suprawoto yang memimpin langsung kegiatan bedah rumah milik Ibu Sriatun yang terbuat dari bambu. Dalam sambutannya Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, banyak anggaran dari pemerintah untuk rehabiitasi RTLH dilakukan recofusing untuk penanganan virus corona sehingga kepedulian dari pengusaha property seperti yang dilakukan Pusaka Land sanagt diapresiasi . “ Ada sekitar 7.000 rumah tidak layak huni. Tapi ada yang paling urgen seperti ini. Oleh sebab itu harus ada banyak tangan yang membantu seperti ini,” ujarnya.
Dirut pengembang perumahan Pusaka Land Bedib Nana Sambodo mengatakan, kegiatan bedah rumah yang dilakukan terhadap rumah milik Sriatun, Rudi dan Parman merupakan bentuk kepedulian social dari perusahaan pengembang yang dipimpinnya ditengah kesulitan perekonomian di masa pandemic covid 19. Kegiatan bedah rumah melalui program Pusaka Land Care juga merupakan tanggung jawab Corporate Social Responsibility (CSR). “ Kami hanya 3 rumah yang kami bedah semoga bermanfaat dan semoga warga Balegondo bisa bersinergi dengan perusahaan,” katanya.
Sementara Sarjono perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Magetan tahun ini belum bisa memastikan berapa jumlah RTLH yang direhab mengingat seluruh anggaran dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2020 ditarik kembali. Pihaknya saat ini masih menunggu anggaran untuk DAK 2021 yang diajukan lebih dari 9 miliar namun hanya disetujui lebih dari 2 miliar. “ Di DAK 2021 kita mengajukan 9 koma sekian kami hanya disetujui sekitar 2,4 inipun masih sinkronisasi finalnya nanti tidak tahu turunnya berapa karena kami dibatasi dengan SK dirjen Cipta Karya hanya 3 kecamatan,” ujarnya.
Dirut Pusaka Land Bedit Nana Sambodo mengatakan, kegiatan CSR dengan melakukan bedah rumah bagi warga kurang mampu merupakan kegiatan perusahaan untuk meringankan beban warag kurang mampu. Karena kebutuhan perumahan merupakan kebutuhan pokok bagi sebuah keluarga. Melalui bendera Pusaka Land pihaknya berusaha mewujudkan kebutuhan perumahan warga dengan harga terjangkau.(DmS)

 37 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *