News
539 Calon Haji Kabupaten Magetan Diberangkatkan Bertahap, 40 Persen Hipertensi Dipastikan Terkontrol
Published
2 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Pemberangkatan calon jamaah haji asal Kabupaten Magetan mulai dilakukan secara bertahap. Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magetan mencatat total 539 jamaah haji siap diberangkatkan pada musim haji tahun 2026.Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magetan Kabupaten Magetan, Ida Dwi Martini, menegaskan seluruh jamaah dalam kondisi layak terbang meski sebagian memiliki riwayat penyakit.“Jamaah Kabupaten Magetan yang diberangkatkan sejumlah 539 jamaah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, sekitar 40 persen jamaah memiliki riwayat hipertensi. Namun kondisi tersebut telah melalui pemeriksaan dan pengawasan ketat dari tenaga kesehatan.“Memang rata-rata jamaah haji Kabupaten Magetan itu 40 persen hipertensi, tetapi dalam pengawasan dan pemeriksaan. Sampai hari H, jamaah dalam kondisi sehat walafiat dan bisa diberangkatkan karena tekanan darahnya terkontrol,” jelasnya.
Menurut Ida, para jamaah telah dipantau secara rutin oleh puskesmas di masing-masing kecamatan serta dibekali obat-obatan sesuai kebutuhan.“Jamaah sudah dibekali obat-obatan yang biasa dikonsumsi dan dalam pengawasan, sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” tegasnya.
Pemberangkatan dilakukan dalam beberapa kelompok terbang (kloter). Pada hari ini, kloter 20 dan 21 diberangkatkan. Selanjutnya, kloter 22 akan dijemput dari rumah jamaah pada dini hari untuk masuk asrama haji pukul 06.00 WIB.“Hari ini pemberangkatan kloter 20 dan 21. Kemudian kloter 22 nanti malam jam 2 kita jemput jamaah di rumahnya untuk masuk asrama haji besok pagi,” ungkap Ida.
Sementara itu, kloter 41 dijadwalkan masuk asrama haji pada 1 Mei pukul 16.00 WIB sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.Untuk jadwal kepulangan, kloter 20 direncanakan tiba kembali di tanah air pada 5 Juni, disusul kloter 21 pada 6 Juni.“Kloter 20 kembali tanggal 5 Juni, kemudian kloter 21 tanggal 6 Juni,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap kloter didampingi petugas lengkap, mulai dari pembimbing ibadah hingga tenaga kesehatan.“Petugas pendamping dari daerah ada empat pembimbing ibadah dan dua petugas kesehatan di setiap kloter, ditambah pembimbing dari KBIHU serta petugas haji daerah,” jelasnya.
Dari total awal 541 jamaah, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Satu di antaranya telah digantikan oleh ahli waris, sementara satu lainnya tidak memiliki pengganti.“Yang berangkat 539 jamaah. Satu digantikan anaknya, satu tidak,” katanya.
Meski demikian, Kemenag Magetan masih membuka peluang adanya tambahan jamaah dari daftar cadangan jika terdapat kursi kosong hingga batas akhir pemberangkatan.“Belum final, kami masih menunggu cadangan naik status. Kalau ada open seat akan ada panggilan dari daerah,” ujarnya.
Ida menambahkan, batas akhir pemberangkatan jamaah haji dijadwalkan hingga 22 Mei 2026. “Pemberangkatan terakhir nanti 22 Mei, jadi masih ada kemungkinan tambahan sampai sebelum itu,” pungkasnya.
99 total views, 3 views today


