RASI FM – Desa Cileng, Kecamatan Poncol berhasil mengentaskan kasus balita stunting serta sejumlah program peningkatan kesejahteran masyarakat yang menjadikan desa Cileng masuk menjadi 3 besar Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Pj Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Magetan Hermawan mengatakan, masuknya Desa Cileng menjadi Nominasi Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 dimulai sejak tahun 2018 dimana mampu menuntaskan kasus balita stunting yang diikuti dengan menyelesaikan program sekolah orang tua hebat, berhasil di program Selantang (sekolah lansia tangguh) dengan pembinaan yang berkelanjutan dengan indikator Kemandirian dan kebahagiaan. “Dimulai sejak tahun 2018 dimana mampu menuntaskan kasus balita stunting yang diikuti dengan menyelesaikan program sekolah orang tua hebat, berhasil di program Selantang (sekolah lansia tangguh) dengan pembinaan yang berkelanjutan dengan indikator Kemandirian dan kebahagiaan. Jadi tidak instan prosesnya,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Cileng Yanto mengatakan, salah satu keberhasilan yang dicapai Desa Cileng adalah program satu telur dan susu untuk anak dengan stunting ternyata selain berhasil mengentaskan kasus stunting juga membawa desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri tersebut masuk ke dalam 3 besar Lomba Kampung Keluarga Berkualitas Provinsi Jawa Timur Tahun 2025. Dia berharap Desa Cileng bisa menjadi duta Jawa Timur dalam lomba yang sama di tingkat nasional. ”pada tahun 2021 mencatat terdapat 28 kasus stunting di Desa Cileng, yang merupakan jumlah yang sangat tinggi waktu itu. Namun pada tahun berikutnya tepatnya tahun 2022 turun menjadi 19 dan di tahun 2023 tercatat tinggal 15 kasus. Dan hingga saat ini tersisa 5 kasus stunting yang tidak mengalami penambahan,” katanya.
Terpilihnya Kampung KB Desa Cileng menjadi wakil dari Kab Magetan mendapat apresiasi dari Pj Bupati Magetan Nizhamul. Desa Cileng dahulu masuk menjadi kategori Desa Terpencil dan Miskin menurut Kemendes PDT dan Transmigrasi. Indeks Desa Membangun (IDM) Desa Cileng meningkat dari angka 0,6810 kategori berkembang menjadi 0,7606 kategori maju dan salah satu prestasi yang paling membanggakan yang diraih Desa Cileng adalah penghargaan desa bebas pada Stunting Awards tahun 2023. “Desa Cileng dahulu masuk menjadi kategori Desa Terpencil dan Miskin menurut Kemendes PDT dan Transmigrasi, kini sudah maju dengan beberapa torehan prestasi, tingginya angka unmet need kala itu yaitu sebanyak 7,81% dijawab oleh desa ini, hingga bisa mencapai capaian partisipasi masyarakat mengikuti program KB. Pada capaian kesertaan Pasangan Usia Subur (PUS) ber-KB meningkat menjadi 72,31% serta kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (Unmeet Need) menurun menjadi 4,31%. Indeks Desa Membangun (IDM) Desa Cileng meningkat dari angka 0,6810 kategori berkembang menjadi 0,7606 kategori maju dan salah satu prestasi yang paling membanggakan adalah diraihnya penghargaan desa bebas pada Stunting Awards tahun 2023, sebuah prestasi yang mengharumkan Magetan ditingkat nasional.”ucapnya.
Masuk menjadi nominator nominasi Penguatan Pengelolaan kampung KB Kategori Kabupaten, Desa Cileng bertarung dengan dua desa lain di Provinsi Jawa Timur, yaitu Desa Mangundikaran Kabupaten Nganjuk dan Desa Sumber rejo Kulon Kabupaten Tulungagung. Yuni Ketua Tim Penilai mengatakan, hingga tahun 2025, sebanyak 8.461 desa di Jatim yang mempunyai kampung KB, di Magetan 235 Desa, 112 masuk kampung KB berkelanjutan, 48 mandiri, 66 berkembang, dan 9 dasar. “Bahwa Kampung KB dan Lomba Kampung KB bertujuan untuk menguatkan keluarga, terutama sumberdaya manusianya. Untuk pengembangan SDM keluarga dan desa perlu ada kolaborasi antar stakeholder di desa, dimana nantinya dengan keluarga yang semakin bagus semakin sejahtera dan juga berkwalitas, akan berkontribusi untuk menjadikan bangsa dan negara Indonesia untuk jadi negara maju.”ujarnya. (DmS)