Connect with us

Magetan's

Sat Pol PP Magetan Beri Sanksi Dilarang Berjualan Seminggu Bagi Pedagang Alun ALun Yang Tidak Mengenakan Masker.

Published

on

Sat Pol PP Magetan Beri Sanksi Dilarang Berjualan Seminggu Bagi Pedagang  Alun ALun Yang Tidak Mengenakan Masker.

Sat Pol PP Magetan Beri Sanksi Dilarang Berjualan Seminggu Bagi Pedagang  Alun ALun Yang Tidak Mengenakan Masker.

Rasi FM – Satuan polisi pamong praja kabupaten Magetan akan bertindak tegas kepada pedagang dan pengunjung alun alun Kabupaten Magetan yang tidak mengindahkan protokol kesehatan. Kepala Satuan Polisi Pamong praja Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi mengatakan, pedagang di alaun alun Magetan yang tidak mengenakan masker akan dilarang berjualan selama seminggu. Hal ini dilakukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya mengenakan masker untuk mencegah penularan virus corona di Kabupaten Magetan. “ Yang PK 5 disitu apabila dia dalam melayani pembeli atau konsumen tidak mengenakan masker kita langsung menghentikan saat itu juga dan satu minggu kedepan tidak melakukan jual beli di alun alun Magetan,” ujarnya Rabu (08/07/2020).
Selain kepada pedagang, Sat Pol PP Kabupaten Magetan juga akan memberikan sanksi tegas kepada warga pengunjung alun alun Magetan yang tidak mengenakan masker. Kepada warga yang enggan mengenakan masker akan disuruh pulang dan dilakukan pencekalan mengunjungi jika warga tersebut masih membandel tiak mau mengenakan masker saat berada lingkungan alun alun Magetan. Sat Pol PP sendiri sebelumnya menerapkan sanksi push-up maupun menghafal Pancasila sebagai langkah sosialisasi kepada warag pentingnya mengenakan masker untuk mencegah virus corona. “Sebenarnya kita sudah ada penindakan push-up untuk menghafal pancasila, itu sudah kita lakukan kemarin. Jadi kita sudah tidak ada himbauan ;agi terhadap masayaralat yang suka lupa, bandel, pokoknya di alun alun tidak menggunakan masker kita suruh pulang,” imbuhnya.
Terkait pencegahan covid 19 Satpol PP Kabuaten Magetan juga telah melakukan penertiban terhadap lokasi pariwisata kolam renang dan tempat hiburan malam yang nekat buka dimasa pandemic covid 19. Sejumlah kolam renang dan tempat karaoke menurut Chanif terpaksa ditutup karena nekat beroperasi sementara pemerintah daerah belum memberikan lampu hijau. 
Sementara data dari laman https://infocovid19.jatimprov.go.id/ yang dirilis pada Hari Selasa (07/07/2020) pada pukul 18: 32, data pasien positif covid 19 di Kabupaten Magetan berjumlah 116 dimana 77 pasien dinyatakan sembuh dan 4 pasien meninggal dunia dan 35 pasien menjalani perawatan. Sementara data Pasien Dalam Pengawasan PDP sebanyak 107 orang dimana 16 orang masih dalam pengawasan, 67 orang telah selesai menjalani pengawasan dan PDP meninggal sebanyak 24 orang. (DMS)

Baca Juga:  Pungut Biaya Ongkos Angkut, Kelompok Tani Desa Gebyog Dilaporkan Ke Polisi

 106 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *