Connect with us

Magetan's

Bupati konsultasikan ke Pemprov penerapan PSBB di Magetan

Published

on

Bupati konsultasikan ke Pemprov penerapan PSBB di Magetan

Bupati konsultasikan ke Pemprov penerapan PSBB di Magetan

Bupati Magetan Suprawoto melakukan konsultasi ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur terkait penerapan atau pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya setelah adanya 16 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas terkonfirmasi positif terpapar COVID-19.

“Siang ini sekitar pukul 14.00 WIB, saya akan langsung ke Surabaya memenuhi undangan Kedutaan Malaysia untuk membahas rencana pemulangan santri Malaysia yang dari hasil tesnya dinyatakan negatif. Selain itu, saya juga berkonsultasi ke Pemrov untuk membahas perlu tidaknya penerapan PSBB di Magetan,” ujar Bupati Suprawoto dalam keterangan persnya di Magetan, Sabtu.

Baca Juga:  Manfaat Hebat Daun Kemangi Segar untuk Kulit

Menurut dia penerapan PSBB perlu dikonsultaskan dengan pihak Gubernur Jatim karena kondisi tersebut memiliki kewajiban dan risiko yang harus dipertimbangkan.

Selain itu, pihaknya juga perlu berkonsultasi apakah PSBB harus dalam skala tingkat Kabupaten Magetan, atau kecamatan, ataupun hanya desa. Hal itu mengingat saat ini pasien positif COVID-19 terbanyak berasal dari Desa Temboro, Kecamatan Karas.

Baca Juga:  Nidji Perkenalkan Vokalis dan Lagu Baru di Love Festival Vol.3

Bupati menjelaskan saat ini telah memberlakukan karantina di wilayah Desa Temboro. Dengan karantina tersebut, akses masuk dan keluar di desa tersebut sangat dibatasi.

“Orang yang boleh keluar dan masuk ke Temboro hanya yang memiliki kartu identitas khusus. Mereka di antaranya petugas medis, perwakilan TNI/Polri, dan juga pedagang atau pihak lain yang bertugas menyuplai stok pangan,” katanya.

Baca Juga:  HARI PENYIARAN NASIONAL ke-87: KPI Serukan Kepedulian dan Solidaritas Sosial Melalui Penyiaran Dalam Melawan Pandemi

Dengan tambahan 16 kasus baru tersebut, maka jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Magetan menjadi 30 orang.

Dari 30 orang tersebut, delapan orang dinyatakan sembuh, seorang meninggal dunia, satu dirawat di RSUD dr Soedono Madiun, tiga dirawat di RSUD dr Sayidiman Magetan, satu pulang kampung ke Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, dan 16 kasus tambahan baru dirawat di Ponpes Temboro.*

(Sumber: antaranews.com)

Artikel asli

 100 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *