RASI MEDIA – Anggota DPR RI Komisi IV, Riyono Caping, akan memperjuangkan usulan pembangunan sekitar 18 titik kampung tematik budidaya ikan air tawar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Program yang direncanakan pemerintah pada 2027 tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Riyono mengatakan, program kampung tematik menjadi salah satu peluang bagi desa untuk mengembangkan usaha budidaya ikan dengan pengelolaan berbasis desa. Secara nasional, program tersebut direncanakan menjangkau sekitar 40.000 titik pada 2027.
“Di 2027 akan dibangun kurang lebih 40 ribu titik budidaya kampung tematik. Ini sebuah kesempatan untuk meningkatkan ekonomi di pedesaan, khususnya budidaya ikan air tawar yang pengelolanya adalah desa,” kata Riyono.
Menurut dia, sudah ada usulan dari Magetan yang akan diperjuangkan agar masyarakat setempat bisa mendapatkan manfaat dari program tersebut. Usulan itu mencakup sekitar 18 titik yang tersebar di 34 desa.
“Di Magetan sudah ada usulan yang disampaikan kepada saya. Ada hampir 18 titik yang nanti akan kita perjuangkan untuk aspirasi bagi masyarakat Magetan secara umum,” ujarnya.
Riyono berharap pengembangan kampung tematik dapat memperluas keberhasilan budidaya ikan yang telah dirintis masyarakat, seperti kampung lele. Ke depan, desa-desa juga berpeluang mengembangkan kampung nila maupun memperluas usaha budidaya lele.
Selain budidaya ikan, Riyono menyebut penguatan ekonomi desa juga dapat dilakukan melalui dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan benih, serta pengembangan peternakan ayam dan kambing.
“Ini yang akan kita dorong ke depan untuk penguatan ekonomi dari desa. Sangat berpeluang. Sudah ada rintisannya kampung lele, nanti kita dorong ada kampung nila dan mungkin juga kampung lele. Kita perluas agar jangkauannya kepada masyarakat semakin luas,” katanya.
Harga Jagung dan Padi Masih Bagus
Dalam kesempatan tersebut, Riyono juga menyoroti kondisi harga komoditas pertanian, khususnya jagung dan padi. Menurut dia, harga jagung yang bagus menjadi keuntungan bagi petani, meskipun ketersediaan komoditas tersebut di Magetan saat ini perlu diperhatikan.
Ia mengatakan, apabila petani masih memiliki hasil panen jagung, komoditas tersebut berpeluang diserap oleh Bulog. Namun, berakhirnya masa panen di Magetan membuat ketersediaan jagung menjadi salah satu hal yang perlu dicermati, sementara kebutuhan pakan terus berjalan.
“Kalau jagung ini ada, pasti diserap oleh Bulog. Tetapi mungkin Magetan juga sudah habis masa panennya dan sudah terserap semuanya, sedangkan kebutuhan pakan juga terus berjalan,” jelasnya.
Meski demikian, Riyono menilai harga jagung yang bagus tetap menjadi kabar baik bagi petani.
“Pada saat posisi harga jagung bagus, berarti ini keberkahan untuk para petani,” katanya.
Selain jagung, ia menyebut harga gabah atau padi juga masih baik. Namun, menurut Riyono, pemerintah perlu memastikan kualitas beras yang beredar di masyarakat tetap terjaga. Ia mengingatkan agar tidak terjadi penyalahgunaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk kepentingan lain.
Serap Aspirasi Masyarakat
Riyono menjelaskan, kegiatan di Magetan juga menjadi bagian dari tugasnya sebagai anggota DPR RI, yakni memberikan pendidikan politik kepada pengurus partai serta menyerap aspirasi masyarakat.
Pendidikan politik dilakukan melalui kegiatan orientasi partai untuk memperkuat nilai-nilai partai dan meningkatkan pemahaman pengurus terhadap peran serta kewajiban partai politik.
Sementara itu, melalui kegiatan serap aspirasi, ia mendengarkan masukan masyarakat mengenai kondisi harga pangan, hasil pertanian, serta kebutuhan yang berkaitan dengan lingkup kerja Komisi IV DPR RI.
“Ini dua hal penting yang menjadi tugas untuk kita laksanakan. Kita mendengarkan aspirasi masyarakat, termasuk apa yang dibutuhkan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan Komisi IV DPR RI,” tutur Riyono.