RASI FM – Kenaikan harga cabai yang mencapai lebih dari Rp 100 ribu perkilogram tidak bisa dinikmati oleh petani cabai di Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan karena terkendala cuaca. Agus petani cabai di Desa Ngancar mengatakan, harga cabai naik saat tanaman cabai miliknya sudah memasuki penurunan produktifitas, sementara cuaca ekstrem curah hujan tinggi disertai angin kencang membuat tanaman cabai miliknya terserang penyakit. Mahalnya harga obat obatan membuat petani memilih mengganti tanaman mereka.
“Kebanyakan air, hujan itu pertumbuhannya tidak normal. Kalau disini mudahnya musim kemarau karena kita menggunakan pengairan dari mata air pertumbuhannya jadi bagus,” ujarnya.
Agus mengaku petani di Kecamatan Plaosan mengganti tanaman cabai dengan tanaman wotel, sawi dan daun bawang yang dari sisi harga lebih murah namun juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Cuaca ektrem dengan curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang membuat petani terpaksa menaikkan biaya perawatan untuk melakukan penyemprotan tanaman menghindari hama ulat.
”Saya cabuti tanamannya saya ganti wortel sama kobis. Wortel saat ini haragnya Rp 4.000 itu harganya sudah lumayan dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya Ro 1.000 sekarang bisa sampai Rp 5.000,” imbuhnya.
Harga cabai di sejumlah pasar di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan yang cukup signifikan hingga Rp 130.000 perkilogram. Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh petani cabai yang gagal panen serta minimnya pasokan cabai dari daerah lain.(DmS)