Connect with us

News

Petani Kurang Waspada, Tanaman Padi Petani di Desa Gebyog Diserang Hama Wereng.

Published

on

Petani Kurang Waspada, Tanaman Padi Petani di Desa Gebyog Diserang Hama Wereng.

RASI FM –Petani di Desa Gebyog dinilai kurang waspada terhadap perkembangan hama wereng yang menyerang tanaman padi milik mereka. Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman BPPP Karangreajo Subari mengatakan, serangan hama wereng yang dirasakan oleh petani di Desa Gebyog karena kurangnya kewaspadaan petani akan keberadaan hama wereng yang berada di bagian bawah batang padi. Petani sebenarnya harus mengamati jika dalam batang padi terdapat 10 wereng harus segera diambil tindakan. Petani harusnya waspada pada tanaman padi usia 40 hari dan mengamati seminggu sekali tanaman padi miliknya.

“Kalau petani mau mengamati sebelum terjadi itu kuncinya., harus mengetahui populasinya wereng, kalau dilihat ada 10 itu harus dikendalikan. Pengamatan seharusnya seminggu sekali, kelemahan petani kalau mengamati diatas hijau dia pikir aman, padahal wereng itu dibawah bagian padi,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Tas Belanja Pak Wiji, Penyandang Disabilitas Dari Desa Tawangrejo Lembeyan

Subari menambahkan, satu ekor wereng bisa menghasilkan telur hingga 300 butir telur dimana telur tersebut menetas pada umur 7 hari. Wereng akan mengalami nimpa atau ganti kulit hingga 5 kali setiap 3 hari sekali dimana di usia 30 hari telah siap menjadi wereng remaja yang akan menghisap cairan di batang padi yang akan membuat tanaman padi kering dan mati.

“Satu wereng bisa bertelur 300 butir yang akan menetas di umur 7 minggu kemudian akan mengganti kulit setiap 3 hari sekali sebanyak 5 kali sebelum menjadi wereng remaja. Wereng remaja ini yang berbahaya karena dia akan menghisap cairan pada batang padi untuk hidup sehingga batang padi akan mengering dan mati,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ratusan Objek Diduga Benda Cagar Budaya di Magetan Rawan Rusak dan Dicuri.

Subari menambahkan, semakin sering menggunakan pestisida membuat hama wereng mudah meraja lela karena musuh alami wereng seperti katak, laba laba dan musuh alami wereng lainnya telah mati karena pengaruh insektisida.

“Seringnya petani menggunakan insektisida juga menjadi penyebab musuh alami wereng mati seperti katak, laba laba dan capung,” katanya.

Sulitnya petani menerapkan system tanam jajar legowo juga menjadi pengaruh sulitnya wereng diberantas. Menurutnya dengan penanaman padi jajar legowo kelembaban di area tanaman padi warga bisa dikurangi yang menjadi penyebab hama wereng cepat berkembang biak.

Baca Juga:  2.790 Tenaga Kesehatan Target Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Pertama di Kabupaten Magetan

“Sulit petani diajak untuk merubah menggunakan tanam jajar legowo karena dengan jajar legowo bisa mengurangi kelembaban area tanaman padi. Dengan jajar legowo untuk pemberantasan juga mudah melalui tengah tanaman padi,” ucapnya.

Rencananya hari ini Dinas Pertanian Kabupaten Magetan akan melakukan upaya pemberantasan hama wereng yang dikeluhkan oleh 5 kelompok tani dimana hampir 2 hektar tanaman padi di Desa Gebyog diserang hama wereng. Serangan wereng mengamcam lebih dari 50 hektar tanaman padi petani di Desa Gebyog. (DmS)

 89 total views,  3 views today