RASI FM – Perbaikan embung yang bocor di Desa Terung sepenuhnya masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk melakukan perbaikan. Sub Koordinator Bidang SDA Dinas PU PR Kabupaten Magetan Ahmad Ulinnuha mengatakan, retakan embung Terung yang bocor pasca banjir sehingga bangunan embung terisi air penuh dan mengalami keretakan karena pengisian air tidak sesuai SOP akan dikerjakan oleh kontraktor selama 1 bukan.
“Intinya pekerjaan itu manakala ada kerusakan atau ada apa masih menjadi tanggung jawab pemborong sampai 1 tahun atau 365 hari. Jadi pemborong kemarin yang bertanggung jawab. Kita cenderung musim kita target 1 bulan tidak seperti target kontrak itu tidak bisa,” ujarnya.
Ulin Nuha menambahkan, perbaikan terhadap cor beton yang retak akan di lakukan dengan system cor ulang pada bagian depan beton serta bagian belakang dicor penopang untuk memperkuat konstruksi bangunan. Dinas PUPR sendiri membantu kontraktor dengan menyediakan material untuk membantu percepatan pelaksanaan perbaikan.
”Kita sepakati kemarin sebagian bahan dari kita , tenaga dari pemborong yang lama untuk mengatasi yang bocor itu. Kita proteksi beton bertulang untuk beton retakan kemudian counter wipe itu penopang bangunan belakangnya biar tidak terjadi geser. Beton siklut yang digunakan menahan pilar agar tidak terjadi geser,” imbuhnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR tahun ini menganggarkan Rp 425 juta untuk penyelesaian bangunan embung Terung agar bisa dimanfaatkan warga. PURT akan membangun pagar pembatas untuk embung, pemadatan tanah urugan sekitar embung serta pembangunan bronjong penahan tanah bangunan embung. Saat ini masih dalam perencanaan dan rencananya lelang akan dilaksanakan pada awal Bulan Mei 2024 mendatang.
“Nanti kita lelangkan, sekarang masih proses perencanaan. Nanti coba kita pagar keliling pakai TRC, nanti sama talut di Utara selain untuk jalan kelliling juga berfungsi penahan tanggul depan,” katanya.
Tahun ini pengerjaan embung Terung dipastikan selesai dengan menelan anggaran lebih dari 2 miliar. Bangunan embung Terung nantinya akan mampu menampung 40.000 meter kubik air yang bisa digunakan untuk pengairan tanaman padi milik petani seluas 40 hektar. (DmS)