RASI FM – Dibangun jaman pemerintahan Belanda di tahun 1902, Dam Jati yang berada di Desa Gorang Gareng, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan masih berfungsi sebagai bangunan pembagi air bagi 3 Kabupaten hingga saat ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Magetan Muchtar Wahid mengatakan, Dam jati juga disebut sebagai SIM atau Saluran Irigasi Madiun. Meski bangunannya berada di Kabupaten Magetan namun fungsi dari Dam Jati adalah sebagai suplai pengairan sawah bagi 11 ribu area sawah yang berada di Kabupaten Magetan, Madiun dan Ngawi.
“Ada 11.000 hektar yang dialiri dam jati. 11.000 terdiri dari Kabupaten Magetan, kabupaten Ngawi dan Kabupaten Madiun, 10 persen sawah di Madiun dialiri dari dam jati. Fungsinya sangat vital. Dibangun jaman Belanda tahun 1902 fungsinya untuk pengairan,” ujarnya.
Muchtar Wahid menambahkan, pada jaman Belanda selain untuk mengairi sawah, Dam Jati juga difungsikan sebagai irigasi bagi tanaman tebu untuk pabrik gula yang ada di Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun. Jumlah pabrik gula di Magetan sebanyak 2 pabrik gula yaitu pabrik Gula Rejosari dan PG Purwodadi, sementara di Kabupaten Ngawi ada PG Sudono, di Kabupaten Madiun PG Rejo Agung, PG Pagotan, PG Kanigoro dan PG Rejosari yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi.
“Selain untuk sawah dulu juga untuk pengairan tanaman tebu tapi paling banyak untuk pengairan sawah tergantung petani musimnya tanam apa,” imbuhnya.
Dari struktur bangunan yang memiliki sejumlah pembagian jalur menurut Muchtar Wahid merupakan tekhnologi pembagi aliran di era zaman Belanda. Jalur jalur tersebut merupakan jalur pembagi bagi kabupaten kota untuk mendapatkan jatah aliran irigasi.
“Galur ini untuk membagi masing masing wilayah daerah mana yang akan dialiri. Dibagi supaya ada pintu masing masing mau alirannya besar atau kecil itu ada pengaturannya supaya bisa diatur,” katanya.
Dam jati dulunya pernah dibangun menjadi dam karet bantuan tekhnologi dari jepang. Namun mengalami kerusakan pada tahun 1980an. Mahalnya pengoperasian dan perawatan dengan menggunakan tekhnologi dam karet membuat pemerintah Indonesia merubah terkhnologi dam karet dengan bangunan tetap, untuk mengganti karet yang difungsikan sebagai penahan air dari saluran Bengawan Madiun dibutuhkan anggaran hingga Rp 25 M. Kerusakan dam karet membuat pemerintah Indonesia mengganti penahan air dengan bangunan beton.
“Ini dulu dam karet, usia pakainya 25 tahun jebol. Pemerliharaannya mahal. Contoh dam Beringin itu jebol butuh biaya Rp 15 miliar. Kalau ini tidak kurang dari Rp 25 m, begitu jebol. Makanya diganti dengan dam tetap yang lebih murah pemeliharaannya,” pungkas Muchtar wahid. (dMs)