Connect with us

Budaya & Pariwisata

Melihat Tradisi Tebar Koin Warga Desa Coper Ponorogo Dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.


Published

on

Melihat Tradisi Tebar Koin Warga Desa Coper Ponorogo Dalam Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

RASI MAGETAN – Desa Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga berbondong-bondong mengikuti tradisi tebar koin yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Kepala Desa Coper, Damanhuri, mengatakan, tradisi tebar koin merupakan bentuk sedekah peninggalan leluhur mereka. Tahun ini, panitia menyebar koin dengan nilai total mencapai Rp25 juta. “Tebar koin itu memang sudah tradisi turun-temurun. Tahun ini jumlah total ada Rp25 juta koin yang disebar. Dulu kegiatan ini di dalam masjid, tetapi sekarang semakin banyak warga yang ikut sehingga dilaksanakan di luar masjid,” ujar Damanhuri saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (5/9/2025).

Baca Juga:  Oksidator Karya Kades Taji Magetan Selangkah Lagi Kantongi Hak Paten

Damanhuri menuturkan, tradisi itu berawal dari cara nenek moyang mereka untuk menarik masyarakat agar mau datang ke masjid. “Dulu, orang jarang mau ke masjid. Kemudian, untuk menarik orang-orang mau ke masjid, nenek moyang kita melakukan kenduri dan tebar koin,” imbuhnya.

Baca Juga:  Warga NU di Desa Turi Gelar Lebaran Kupatan di Hari Lebaran + 8

Selain tebar koin, warga Desa Coper juga menggelar tumpengan dan menyiapkan gunungan hasil bumi. Mereka melakukan ziarah ke makam Kyai Ishak yang berada di belakang masjid, lalu puncak acara ditandai dengan kenduri besar. “Seluruh warga Desa Coper membuat tumpeng. Maulid kali ini terkumpul sekitar 1.500 tumpeng yang berisi lengkap. Setelah sebar koin, kemudian dilakukan kenduri dan dimakan bersama. Lalu sedekah bumi warga juga berebut gunungan yang berisi hasil bumi,” jelas Damanhuri.

Agung (22), salah satu warga Desa Coper yang bekerja di Surabaya, mengaku selalu pulang kampung demi mengikuti tradisi ini. Baginya, tebar koin bukan sekadar sedekah, tetapi juga bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. “Tradisi tebar koin bukan hanya sekadar sedekah dengan cara menebar koin, tapi kita bisa belajar bagaimana orang tua kita mencintai Nabi Muhammad SAW dengan cara bersedekah. Kita harus tetap melestarikan tradisi dari nenek moyang kita,” katanya. (DmS)

Baca Juga:  Cerita Pak Rus 25 Tahun Jualan Tiwul Goreng di Telaga Ngebel, Pertahankan Kuliner Tradisional Khas Ponorogo .

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM