Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Didemo Warga Terkait Pelayanan, Ini Tanggapan RSUD dr Harjono Ponorogo.

Published

on

Didemo Warga Terkait Pelayanan, Ini Tanggapan RSUD dr Harjono Ponorogo.

RASI FM – Puluhan warga mengatasnamakan Pemuda Peduli Ponorogo menggelar aksi demo di depan gedung Rumah Sakit Umum Daerah dr Harjono Ponorogo, Jawa Timur. Mereka menuntut adanya perbaikan pelayanan hingga meminta direktur RSUD diganti. Tuntutan tersebut disampaikan melalui tulisan di secarik kertas untuk disampaikan ke direktur RSUD.

“Ada tiga poin tuntutan yang kami sampaikan dalam aksi damai ini. Meminta manajemen RSUD dr. Harjono Ponorogo meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, meminta agar direktur RSUD dr. Harjono ini melakukan klarifikasi atas isu-isu yang beredar terkait dugaan pengadaan fasilitas kesehatan dan obat-obatan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan meminta RSUD dr. Harjono ini dipimpin oleh seseorang yang berintegritas, profesional dan bermoral tinggi,” ujar Wijaya koordinator aksi usai melaksanakan aksinya di depan RSUD dr Harjono Ponorogo Senin (23/6/2026).

Baca Juga:  Lakukan Pemeriksaan Terhadap 6.000 Lebih Warga, Dinkes Magetan Temukan 585 Warga Positif TBC.

Direktur RSUD dr Harjono, dr Yunus Mahatma yang menemui para pendemo mengatakan bahwa manajemen rumah sakit telah melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama pasien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan adanya fasilitas cathlab, kateterisasi jantung, hingga memiliki UGD terbesar di Indonesia tingkat kabupaten. “Kami telah melengkapi fasilitas untuk pasien seperti cathlab, kateterisasi jantung, hingga memiliki UGD terbesar di Indonesia tingkat kabupaten,” ucapnya.

Peningkatan pelayanan juga dilakukan melalui fasilitas antar obat bagi pasien sehingga pasien tidak perlu menunggu obat setelah menjalani pemeriksaan. “Salah satu langkah kita adalah pasien kita suruh pulang, obat kita antar kerumah gratis. Antrean memang dari pagi bahkan sampai sore,“ Imbuh Yunus Mahatma.

Baca Juga:  Paramitra Berhasil Berikan Edukasi Pentingnya Kesehatan Mata Kepada 3.000 Kader Terlatih dan 460 Guru.

Dari sisi pelayanan menurut Yunus Mahatma ada peningkatan jumlah pasien pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2021. Bahkan bed okupansi rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit meningkat dari 30 persen di tahun 2021 menjadi 60 persen di tahun 2024. “BOR meningkat, juga pendapatan yang diperoleh pun naik signifikan dari Rp90 Miliar setahun menjadi sekitar Rp170 Miliar setahun,” ucapnya.

Baca Juga:  Tak Hanya Sekedar Mudik, Ratusan Warga Magetan yang Balik Jabodetabek Jadi Agen Promosi.

Terkait masih adanya kelambanan pelayanan Yunus Mahatma mengakui karena sejumlah permasalahan diantaranya adalah peningkatan jumlah pasien yang naik hampir 3 kali lipat dari 300 pasien perhari menjadi sekitar 1.000 pasien setiap hari. Dia juga tidak menampik hingga saat ini RSUD dr. Harjono Ponorogo kekurangan tenaga medis sejak naik menjadi Tipe B1 pendidikan.

“Saat ini pasien 700-1.000 orang per hari. Saya sendiri kadang turun tangan untuk membantu. Dokter spesialis yang kami miliki juga terbatas. Kami berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD dr. Harjono Ponorogo meningkat,” pungkasnya.(DmS)

 893 total views,  6 views today