Connect with us

News

Video Pengunjung Telaga Sarangan Protes Harga Es Teh Rp 15.000, Pemilik: Kami Pasang Daftar Harga

Published

on

Video Pengunjung Telaga Sarangan Protes Harga Es Teh Rp 15.000, Pemilik: Kami Pasang Daftar Harga

RASI FM – Video keluhan seorang pengunjung Telaga Sarangan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur yang mengeluhkan harga es teh Rp 15.000 beredar di media sosial. Video yang berdurasi 24 detik tersebut memperlihatkan rumah makan Prima Rasa disertai dengan penjelasan harga es teh Rp 15.000 dan nasi putih Rp 26.000.

“Ini warung harganya tidak pakai otak. Siapa aja yang ke Sarangan jangan pernah beli ditempat ini kalau nggak mau jadi korban berikutnya. Tapi kalau tidak percaya silahkan dicoba, es teh 15 rb nasi putih 26 rb, milo botol kecil 20 rb, rica rica 35 rb, mineral 10 rb,” tulis dalam vide yang beredar.

Ditemui di Rumah Makan Prima Rasa, Harjanti selaku pemilik rumah makan mengaku mengetahui adanya video tersebut pada Rabu pagi. Dia mengaku orang yang memviralkan harga es teh di rumah makan miliknya adalah pengunjung yang membeli es teh dan rica rica seminggu yang lalu. Teh di rumah makan miliknya di jual seharga Rp 10.000.

Baca Juga:  Miliki Potensi Perikanan Cukup Besar, Pemerintah Desa Sumberdodol Bekerjasama Dengan BBRSEKP Kembangkan Perikanan KOI.

“Ada 5 orang yang beli kemarin. Mereka pesan rica rica sama teh, tapi mereka kemudian minta tambahan es batu 5 gelas. Kalau teh harganya Rp 10.000, karena minta tambahan es kita hitung Rp 5.000 untuk es batu yang 5 gelas. Saat membayar mereka mengira tambahan es batunya kita hargai Rp 5.000 pergelas, padahal es nya kita hitung Rp 1.000 pergelas,” ujarnya.

Harjanti mengaku sudah berusaha memberikan penjelasan terkait harga tambahan es batu yang Rp 5.000 untuk 5 gelas di nota pembayaran, namun ke 5 pembeli sudah keburu menghilang.

Baca Juga:  MTA Kabupaten Magetan Hari Ini Laksanakan Sholat Id dan Sembelih 20 Ekor Sapi Kurban.

“Daripada bermasalah soal es batu kita mau kembalikan uang yang Rp 5.000, tapi mereka sudah menghilang,” imbuh Harjanti.

Harjanti membantah jika menaikkan harga es teh yang dipesan pembeli secara sepihak karena di rumah makan miliknya terpampang menu serta harga makanan dan minuman yang dia jual. Dia mengaku harga yang dipatok sudah cukup lama, sehingga jika ada pembeli yang keberatan terkait harga menu dan tidak membeli makanan maupun minuman di rumah makannya dia tidak mempermasalahkan.

“Menu dan harga kami tampilkan, kalau memang ada yang merasa mahal kami tidak pernah memaksa membeli,” ucapnya.

Di dinding bagian kanan rumah makan memang terpampang menu dan harga dari makanan yang disajikan di Rumah Makan Prima Rasa seperti nasi Goreng harganya Rp 25 ribu, ayam bakar Rp 35 ribu, sosis goring Rp 25 ribu, ayam kremes Rp 35 ribu, tempe tahu penyet Rp 30 ribu serta sejumlah minuman yang hargya diatas Rp 10 ribu.

Baca Juga:  Dari Pelatihan Pembuatan Kue di Desa Sumber Sawit, Warga Mandiri Memanfaatkan Sumber Daya Alam Untuk Peningkatan Perekonomian.

“Pembeli memahami jika ini dilokasi wisata, kemudian rasa yang kami sajikan juga berbeda,” katanya.

Dari penelusuran video yang beredar luas tersebut Harjanti mengaku jika pemilik akun Doniwijaya adalah pengupload video tersebut. Dia mengaku masih berupaya menghubungi pemilik akun tersebut untuk meminta klarifikasi terkait video harga es teh di rumah makannya terhitung mahal.

“Kami masih mencoba menghubungi pemilik akun untuk meminta klarifikasi unggahannya,” pungkas Harjanti. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM