Connect with us

Hukum & Kriminal

Menyamar Jadi Petugas Kebersihan, Penghuni Lapas Magetan Kabur Lompat Tembok.

Published

on

Menyamar Jadi Petugas Kebersihan, Penghuni Lapas Magetan Kabur Lompat Tembok.

Rasi Fm – Satu penghuni Lapas Kelas II B Kabupaten Magetan, melarikan diri dengan melompati tembok penjara pada Hari Selasa (23/08) sekitar pukul 14:25 WIB. Kepala Lapas Kelas II B Kabupaten Magetan Eries Sugiyanto mengatakan, petugas lapas mengetahui penghuni lapas atas nama Riza Zozy Susanto (33) warga Desa Kramat, Kabupaten Nganjuk dengan kasus pencurian HP pada Hari Selasa sore sekitar pukul 17:00 WIB.

Baca Juga:  Iming Iming Uang Rp 50.000 Pria di Magetan Rudapaksa Anak Dibawah Umur Dengan Penyimpangan Seksual

Eries menambahkan, pelaku kabur dari lapas dengan menyamar sebagai napi yang bekerja di kebun. Dia menyamar dengan membawa bak sampah dan ikut bekerja membersihkan rumput di kebun yang biasa digunakan bertani penghuni lapas.

“Kita tahunya sore hari, saat apel penghitungan, ketahuan kurang 1 dan dari hasil pengecekan CCTV kaburnya melompati tembok belakang sisi Timur. Sebetulnya dia bukan napi yang bertugas di kebun, tapi menyamar membawa tong sampah ikut membersihkan sampah di kebun,” ujarnya.

Baca Juga:  Diminta Buat Tandom Untuk Jaga Layanan Tidak Terganggu di Sarangan, PDAM Mengaku Faktor Alam Tak Bisa Dilawan.

Riza Zozy Susanto merupakan napi yang divonis penjara 1 tahun dalam kasus pencurian HP pada 7 Maret 2022 lalu. Pelaku telah menjalani masa hukuman 5 bulan 23 hari. Petugas dari Lapas Magetan saat ini masih melakukan upaya pencarian ke sejumlah tempat yang diperkirakan menjadi tujuan pelarian pelaku.

“Masa tahanannya 1 tahun, masih kurang 7 bulan 7 hari, kita masih melakukan upaya pencarian dengan mendatangi rumah orang tuanya di Nganjuk,” pungkasnya.

Baca Juga:  Harga Daging Sapi Masih Tinggi di H+4 Lebaran, Bertahan di Rp150 Ribu per Kilogram

Eries mengaku kaburnya narapidana kasus pencurian HP tersebut dikarenakan faktor kelalaian petugas. Menurutnya petugas jaga kurang jeli melakukan pengamanan, sehingga pelaku bisa kabur dengan melompati tembok yang tingginya lebih dari 5 meter.

“Dari menara pengawas dipastikan petugas bisa memantau keberadaan pelaku, karena lengah pelaku bisa kabur,” katanya.(DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM