News
Demo Kantor DPRD Magetan, Mahasiswa Tuntut Realisasi Program Rp 3 Juta per RT
Mahasiswa menyoroti 100 hari kinerja pemerintah daerah, terutama terkait pengadaan mobil dinas di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Published
8 bulan agoon
By
rasinews
RASI MAGETAN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’arif (STAIM) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Magetan, Jalan Pahlawan, Senin sore (1/9/2025).
Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari peninjauan ulang kebijakan pembangunan infrastruktur, transparansi penggunaan APBD, percepatan digitalisasi birokrasi, hingga penolakan praktik oligarki politik.
“Kita datang bukan untuk merusak fasilitas, kita di sini untuk menyampaikan aspirasi. Kita datang bukan untuk kerusuhan. Kami menyerukan perlawanan terhadap ketidakadilan dan represivitas aparat. Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat ditekan,” tegas Lukman Hakim, koordinator aksi.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti 100 hari kinerja pemerintah daerah, terutama terkait pengadaan mobil dinas di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, yang turun menemui mahasiswa, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan program yang telah dirancang sejak pemerintahan sebelumnya.
“Kalau mau sewa dihitung biaya sewa kendaraan Rp 15 juta setahun, bisa lebih mahal. Sehingga pembelian dianggap lebih efisien. Apalagi usia kendaraan operasional ada yang dari 2010–2014. Kami memahami kekecewaan kalian, tetapi ada pertimbangan efisiensi,” ungkapnya.
Isu lain yang menjadi sorotan mahasiswa adalah realisasi program bantuan Rp 3 juta per RT yang dijanjikan saat masa kampanye Bupati dan Wakil Bupati. Suyatni memastikan bahwa janji tersebut sudah dituangkan dalam akta notaris dan akan mulai dijalankan pada tahun 2026.
“Sesungguhnya kontraknya, apabila setelah dua tahun berwenang menyusun APBD tidak bisa menjalankan program itu, kami Bupati dan Wakil Bupati bersedia mundur. Kapan sesungguhnya kami bisa menyusun anggaran? Tahun 2026. Kami sudah sepakat dengan dewan, program RT minimal Rp 3 juta akan dilaksanakan tahun 2026,” jelas Suyatni.
Pernyataan itu langsung disambut teriakan mahasiswa yang mendesak agar janji tersebut ditandatangani sebagai bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif.
Setelah berorasi, ratusan mahasiswa melanjutkan aksi dengan long march menuju Mapolres Magetan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menggelar doa bersama. (DmS)
VISUAL NEWS klik
552 total views, 3 views today
You may like

Bupati Magetan Imbau Warga Jaga Kondusifitas di Tengah Maraknya Penyampaian Aspirasi

Warga Desa Tanjung Sepreh Tutup Jalan di Desanya yang Rusak Karena Truk Pengangkut Galian C, Minta Pemkab Perbaiki.

Mengaku Bisa Pindahkan Janin, Mahasiswi Perguruan Tinggi di Solo Ini Tipu Korban Hamil Diluar Nikah Hingga Rp 1 Miliar

Mahasiswa UGM Dilaporkan Hilang Sejak 5 April, Ditemukan Meninggal Tertindis Sepeda Motor di Selokan Jalan Tembus.

Hanya 14 Pendaftar Calon Mahasiswa ATK, Disperindag Magetan Perpanjang Pendaftaran Hingga 31 Agustus.

Kuliah Gratis ATK di Magetan Masih Sepi Peminat, Baru 10 Pendaftar.


