RASI FM – Kebakaran hutan di Lereng Gunung Lawu Bagian Utara semakin meluas. Roland Yana relawan warga Desa Kletekan Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur mengatakan, titik api pertama kali diketahui warga berada di kawasan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul masuk kawasan Desa Girimulyo, Kecamatan Jogororogo, Kabupaten Ngawi pada hari Jumat lalu, namun hingga Hari Senin sejumlah titik api masih terpantau terbakar.
“Kita pantau yang besar kemarin sore, tapi cepat sekali membesar karena angin bertiup cukup kencang sampai di petak 3839. Yang terbakar masih di kawasan hutan lindung,” ujarnya.
Roland Yana menambahkan, saat ini warga Desa Kletekan masih bejaga jaga di wilayah perbatasan hutan lindung dengan hutan produksi yang ditanami pohon pinus. Masyarakat membuat ilaran untuk mencegah kebakaran merambat ke hutan produksi yang merupakan kawasan perbatasan dengan pemukiman warga.
“Kalau titik api yang kecil kecil terpantau sudah 2 minggu lalu bisa dipadamkan warga. Baru kemarin sore titik api tiba tiba langsung membesar. Kita berjaga di Pos Manyul untuk membuat ilaran mencegah kebakaran merambat ke hutan produksi,” imbuhnya.
Sementara Sutoyo Warga Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan mengaku kebakaran dari wilayah Lawu Utara mulai merambat ke wilayah Puncak Gunung Lawu. Warga di desanya saat ini siap siaga sambil memantau kondisi kawasan kebakaran.
“Kebakaran menuju puncak Lawu, untuk angin bertiup dari Selatan menuju ke Utara sehingga sedikit menahan laju api ke Selatan. Kita jaga jaga agar api jangan sampai masuk ke hutan produksi, kalau masuk bisa membahayakan karena dekat pemukiman warga,” katanya.
Untuk mengatasi kebakaran hutan Gunung Lawu BPBD kabupaten Ngawi membuka posko di desa Ngrayudan. Staf BPBD Kabupaten Ngawi Yudha Herlambang mengatakan, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas 100 hektar di kawasan Gunung Lawu,. Hingga Sabtu (30/9/2023), ratusan personil gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, Magetan, Pemprov Jatim, TNI, dan Polri, serta relawan, masih berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Pada Sabtu malam, titik api masih terpantau di kebun teh Njamus di Kuniran.
“Untuk perkiraan kawasan yang terbakar diperkirakan ada 100 hektar. Sebagian personil masih melakukan pemadaman,” ujar melalui sambungan telepon, Sabtu.
Api mulai merambat kawasan Selatan Gunung Lawu.
Sementara Humas KPH Lawu DS Eko Santosa mengatakan, kondisi kebakaran sudah merambah ke kawasan Gunung Lawu bagian Selatan atau di petak 41 tapak kuda kawasan puncak Gunung Lawu.
“Kondisi cuaca di kawasan puncak, cuacanya cerah tapi anginnya kencang, sebagian berasap. Untuk kebakaran di atas petak 41, perbatasan tapak kuda puncak,” katanya.
Akibat kebakaran di kawasan Gunung Lawu pengelola jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu memilih menutup pintu pendakian. Hal ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan akibat kebakaran kawasan Gunung Lawu yang meluas mengingat kondisi musim kemarau banyak padang safana yang mengalami kekeringan dan rentan terbakar.
“Untuk jalur pendakian sudah 2 minggu terakhir kita tutup,” pungkas Eko. (DmS)