Connect with us

News

Desa Taji Tanam 4.000 Avokado Untuk Ketahanan Pangan.

Published

on

Desa Taji Tanam 4.000 Avokado Untuk Ketahanan Pangan.

RASI FM – Desa Taji, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan memiliki program ketahanan pangan dengan menanam 4.000 batang pohon avocado. Kepala Desa Taji Sigit Supriyadi mengatakan, kegiatan penanaman pohon avocado sebagai ketahanan pangan sudah dilakukan warga sejak setahun yang lalu, saat ini pohon avocado warga telah tumbuh sekitar 1 meter lebih.

“Jenisnya siger dari Lampung, Desa juga tanam terus dibagikan kepada masyarakat. Desa kami lahan tadah hujan, kalau penghujan panen, kalau musim kedua ketiga gagal panen. Ini memanfaatkan lahan kebun kosong sekiranya lahan bisa dimanfaatkan, Program yang sudah berjalan bisa pohon avocado bisa ditanam di pekarangan, di halaman kosong atau di pot yang penting bisa memanfaatkan lahan kosong,” ujarnya.

Baca Juga:  Harga Kedelai di Magetan Naik 4 Kali Dalam Sebulan

Untuk menunjang pertumbuhan pohon avocado Sigid Supriyadi menciptakan sendiri peralatan untuk pembuatan pupuk organik dari campuran kotoran hewan baik sapi maupun kambing dan kelinci yang merupakan hasil samping peternak warga Desa Taji. Kotoran hewan tersebut biasanya akan dibeli oleh pemerintah desa untuk dibuat pupuk organik dengan mencampur sejumlah jenis kotoran hewan yang dicampur dengan sejumlah bahan lain agar mendapatkan komposisi unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan pohon avocado.

Baca Juga:  Batik Ciprat Disabilitas Yang di Bajak, Batik Bukan Sekedar Bisnis Bagi Penyandang Disabilitas

“Kita membuat sendiri peralatan untuk menggiling dan menghaluskan kotoran hewan dengan campuran untuk memenuhi unsur hara. Jadi melalui campuran yang ada ini bisa mensupport kebutuhan unsur hara pohon avocado karena sangat penting untuk mendukung pertumbuhan agar bisa berbuah dengan baik,” imbuhnya.

Tak hanya sekedar untuk pembuatan pupuk, Sigit Supriyadi juga merancang alat untuk membuat pupuk organik buatannya menjadi pupuk organik tablet sehingga mudah untuk diaplikasikan untuk tanaman. Seluruh peralatan mesin yang digunakan untuk membuat pupuk organik tablet dirancang dan dibuat sendiri oleh Sigit Supriyadi dari bahan bahan besi loak yang didapatkan di pasar bekas.

Baca Juga:  Jalur Pendakian Puncak Lawu Kembali Dibuka.

“Semua peralatan ini dari bahan bekas termasuk untuk penghematan. Semua kita desain sendiri termasuk untuk pembuatan pupuk organiknya menjadi petel atau butiran butiran agar memudahkan pengaplikasian pada tanaman. Kalau bentuknya tabur kan sulit untuk diaplikasikan. kalau bentuknya butiran bisa mudah dan tahan tidak langsung hancur sehingga bisa memenuhi kebutuhan pupuk pohon avocado,” imbuhnya.

Melalui program ketahanan pangan dengan menanam avocado yang memilki berat  jenis sekitar setengah kilogram setiap biji diharapkan akan bisa meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM