RASI MAGETAN – Curah hujan ekstrem pada 10 November 2025 memicu kerusakan jaringan irigasi di 13 titik wilayah Magetan. Kondisi ini mengancam ratusan hektare lahan pertanian, terutama di wilayah Poncol. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Yuli k Iswahyudi , mengatakan, kerusakan terjadi karena aliran sungai melampaui kapasitas bangunan pengambilan air. “Aliran sungai kemarin melewati kapasitas tampungan. Ada yang lompat dua meter di atas pintu air, jadi bangunan kita terlompati semua karena curah hujannya cukup tinggi sampai 102 mm,” ujarnya ditemui diruangkerjanya Senin (24/11/2025)
Yuli menambahkan, sejumlah titik mengalami longsor, ambrol, bahkan ada yang sampai mengubah arah sungai. Yuli menegaskan bahwa kerusakan tersebut berpotensi mengganggu irigasi ratusan hektare lahan jika tidak segera ditangani. “Cuaca ekstrem, jadi ada sungainya pindah tidak melalui bangunan utama. Hampir ratusan hektar itu kalau tidak kita perbaiki,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid memastikan tim langsung menginventarisasi seluruh titik terdampak dan beberapa lokasi sudah mulai diperbaiki bersama masyarakat. Saat ini pemerintah daerah melakukan perbaikan dengan material yang. Pemerintah daerah juga telah menganggarkan perbaiakn sebesar Rp 200 juta. “Kita sinergi dengan teman Hipa di lapangan dengan memanfaatkan apa yang ada seperti pipa pipa, geomembrane. Penganggaran yang kita lakukan Rp 200 juta untuk pengadaan materialnya,” katanya.
Muhtar menambahkan, pembangunan titik pembagi air lebih besar lagi akan dilakukan pada tahun 2026 mengingat waktu yang tidak mencukupi untuk Pembangunan di tahun ini. “ Untuk Pembangunan jaringan yang rusak akan dilakukan tahun 2026 mengingat waktu pelaksanaan Pembangunan tidak bisa melewati tahun dan dipastikan dengan waktu yang hanya sekitar 1 bulan tidak akan mencukupi,” katanya.
Pemerintah mengimbau masyarakat sekitar lokasi jaringan irigasi tetap waspada menghadapi potensi peningkatan curah hujan selama musim penghujan.