Connect with us

Pendidikan

Perluas Jalur Domisili di Lereng Lawu, Disdikpora Magetan untuk Cegah Anak Putus Sekolah

Published

on

 

RASI MEDIA —  Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Magetan, Jawa Timur  memperluas cakupan jalur domisili bagi calon peserta didik yang tinggal di kawasan lereng Gunung Lawu. Kebijakan tersebut bertujuan memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan dan terhindar dari risiko putus sekolah akibat keterbatasan akses maupun daya tampung sekolah. Kepala Disdikpora Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan pihaknya memberikan porsi jalur domisili lebih besar di wilayah-wilayah yang memiliki kondisi geografis khusus, terutama kawasan pegunungan dan daerah yang jauh dari pusat kota. Langkah tersebut dilakukan agar siswa yang tinggal di kawasan lereng Lawu tetap memiliki kesempatan masuk sekolah negeri terdekat. “Yang domisili terbesar itu di Plaosan. Karena kami harus mengakomodasi murid yang tinggal di lereng gunung sana. Kalau tidak di Plaosan, mereka harus sekolah lebih jauh lagi. Makanya kami kasih slot domisili yang besar,” ujarnya ditemui diruang kerjanya Rabu (17/6/2026)

Baca Juga:  Bupati Magetan Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter di Hari Pramuka ke-64

Suhardi menambahkan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga angka partisipasi sekolah. Disdikpora tidak ingin ada lulusan sekolah dasar yang gagal melanjutkan pendidikan hanya karena terkendala jarak atau tidak mendapatkan sekolah melalui sistem pendaftaran daring. Ia  menjelaskan, setelah proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap online selesai, pihaknya masih membuka kesempatan pendaftaran secara offline di sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaring siswa yang belum mendapatkan sekolah. “Kita tetap memberikan kesempatan kepada anak-anak yang belum mendapatkan sekolah. Kita khawatir kalau mereka tidak mendapatkan sekolah lalu satu tahun tidak sekolah. Itu lebih rugi. Maka kita buka pendaftaran offline untuk yang belum mendapatkan sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Tak Dapat Siswa, Satu SD di Magetan Ditutup

Disdikpora mencatat minat masyarakat terhadap SMP negeri justru meningkat pada tahun ajaran ini. Dari 39 SMP negeri yang ada di Kabupaten Magetan, sebanyak 11 sekolah bahkan telah memenuhi kuota penerimaan siswa baru, beberapa di antaranya mengalami kelebihan pendaftar. “Informasi dari teman-teman di lapangan, animo orang tua untuk mendaftarkan anaknya ke SMP negeri meningkat. Yang tahun-tahun lalu ada sekolah yang tidak bisa penuh, sekarang justru penuh bahkan ada yang kelebihan pendaftar,” ungkap Suhardi.

Baca Juga:  Saksi PDI P Menolak Menandatangani Hasil Rekapitulasi Tingkat Kabupaten Karena Maladministrasi.

Meski demikian, sejumlah SMP negeri yang berada di wilayah perbatasn masih memiliki sisa kuota dalam jumlah terbatas. Karena itu, Disdikpora mendorong calon peserta didik yang belum diterima melalui jalur online untuk segera memanfaatkan pendaftaran offline sebelum seluruh kuota terpenuhi. “Kami berharap anak-anak yang belum mendapatkan sekolah segera mendaftar. Bagi sekolah yang masih memiliki kuota, pendaftaran dilakukan secara offline sampai daya tampung terpenuhi,” tegasnya.

Melalui kebijakan perluasan jalur domisili, terutama bagi siswa yang tinggal di kawasan lereng Gunung Lawu dan daerah perbatasan, Disdikpora berharap tidak ada anak di Kabupaten Magetan yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan pada tahun ajaran baru 2026/2027.

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM