Connect with us

News

Musim Kemarau, Belasan Hektar Tanaman Padi di Desa Tanjungsari Terancam Gagal Panen, Dinas Pertanian Magetan : Petani Berharap Masih Ada Hujan di Musim Kemarau.

Published

on

Musim Kemarau, Belasan Hektar Tanaman Padi di Desa Tanjungsari Terancam Gagal Panen, Dinas Pertanian Magetan : Petani Berharap Masih Ada Hujan di Musim Kemarau.

RASI FM – Belasan hektar tanaman padi petani di Desa Tanjungsari, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terancam gagal panen karena kurangnya mendapat pasokan air dari irigasi. Qalimi salah satu petani di Desa Tanjung Sari mengatakan, tanaman padi miliknya yang berusia 1 bulan di lahan setengah hektar sudah tidak mendapat jatah air dari irigasi karena jalur irigasi mengering sejak ditanam.

“Biasanya air itu giliran seminggu atau dua minggu sekali, setiap gilir 2 jam dapat jatah, tapi karena airnya kecil tidak cukup,” ujarnya ditemui disawah miliknya Rabu (18/9/2024).

Baca Juga:  Mengenal Desa Terung, Tempat Latihan Pasukan Perang Adipati Terakhir Kerajaan Majapahit.

Qalimi menambahkan, dia mengaku hanya pasrah terhadap tanaman padi miliknya yang mulai mengering. Dia mengaku nekat bertanam padi daripada jagung seperti tanaman petani lainnya karena berharap masih ada hujan yang turun di tengah musim kemarau.

“Kalau biasanya lancar pengairan seminggu atau dua minggu sekali. Ini karena kemarau tanahnya retak retak. Ini kalau seminggu tidak dapat hujan pasti mati. Dapat hujan juga harus deras karena tanahnya sudah kering ,” imbuhnya.

Dinas Pertanian Magetan belum mendata jumlah lahan padi terancam gagal panen.

Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Magetan Uswatul Chasanah mengatakan, ancaman kegagalan panen tanaman padi hanya terjadi di wilayah tertentu karena di Magetan musim kemarau di bagian persawahan yang berada di dataran rendah masih bisa panen karena mengandalkan air sibel untuk pengairan. Sementara pertanian bagian wilayah kaki Gunug Lawu biasanya menanam tanaman palawija.

Baca Juga:  Jenguk Pasien RSUD Sayidiman, Sujatno : Pelayanan Sudah Baik dan Ramah.

“Yang terancam gagal panen karena petani yang bertanam padi berharap masih ada hujan sementara sebagian petani memilih menanam palawija,” katanya.

Baca Juga:  Pengacara di Magetan Somasi Kepala Sekolah MTsN yang Catut No HP Klien Dalam Kasus Dugaan Pemerasan Sekolah.

Uswatul Chasanah menambahkan, tahun 2024 Dinas Pertnaian Kabupaten Magetan mentergetkan luasan lahan tanaman padi sekitar 56.000 hektar dengan perkiraan hasil gabah basah mencapai 6 hingga 7 ton perhektar. Dinas Pertanian Kabupaten Magetan mengaku belum melakukan pemetaan terhadap luasan lahan pertanian yang terancam gagal panen karena musim kemarau.

“Pendataan nanti hingga akhir tahun, kita akan melakukan pengumpulan data terkait lahan tanaman padi yang terancam kekeringan. Kalau hasil padi kita pastikan surplus dari kebutuhan pangan masyarakat,” ucapnya. (dMs)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM