Connect with us

News

Kebakaran Hutan Jati di Magetan Diduga akibat Pembukaan Lahan, Hanguskan 5 Hektare

Published

on

Kebakaran Hutan Jati di Magetan Diduga akibat Pembukaan Lahan, Hanguskan 5 Hektare

RASI MEDIA — Kebakaran hutan jati terjadi di wilayah Desa Bungku dan Desa Mategal, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Petugas gabungan berhasil memadamkan kebakaran yang menghanguskan sekitar lima hektare kawasan hutan rakyat yang ditanami pohon jati.

Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, warga Desa Bungku, Kecamatan Parang, pertama kali melihat titik api dan melaporkannya kepada BPBD sekitar pukul 18.00 WIB.

“Laporannya kami terima sekitar pukul 18.00 lebih. Warga dan Destana Bungku langsung melakukan pemadaman awal sebelum petugas gabungan tiba di lokasi,” ujar Eka saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8/2026).

Eka mengatakan, petugas gabungan dari BPBD bersama TNI, Polri, relawan, pemerintah kecamatan, Destana, dan masyarakat harus berjalan kaki menuju lokasi kebakaran karena berada di kawasan perbukitan.

Baca Juga:  PMI Asal Ponorogo Dina Martiana Menjadi Korban Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court Hongkong.

“Posisi kebakaran di bukit atau gunung itu cukup jauh dari jangkauan. Untuk ke sana harus berjalan kaki. Pemadaman di area gunung seperti itu tentu tidak bisa menggunakan peralatan mekanis seperti mobil pemadam kebakaran. Kami gunakan alat pemukul api atau kepyok,” imbuhnya.

Meski menghadapi medan yang sulit, petugas gabungan berhasil memadamkan dua titik api di kawasan Gunung Bungku sekitar pukul 21.00 WIB.

Eka menyebut kebakaran tersebut diduga bukan dipicu kondisi cuaca panas maupun musim kemarau. BPBD menemukan indikasi bahwa titik api berasal dari aktivitas warga saat membuka lahan.

“Dari kemungkinan kebakaran itu bukan disebabkan karena kemarau atau kondisi cuaca yang mungkin sangat panas, tetapi ada indikasi memang titik api awal itu berasal dari aktivitas warga,” jelasnya.

Baca Juga:  Dinas KB Magetan Luncurkan Program “Lapak” untuk Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak Lewat Media Sosial

Menurut Eka, kebakaran melanda sekitar lima hektare lahan di dua desa. Sekitar dua hektare berada di wilayah Desa Bungku, sedangkan tiga hektare lainnya berada di Desa Mategal.

“Area yang terbakar itu ada di dua desa. Yang di Desa Bungku sekitar dua hektare, sedangkan di Desa Mategal sekitar tiga hektare,” katanya.

Eka mengatakan sebagian besar kawasan yang terbakar merupakan hutan rakyat yang ditanami pohon jati. Meski kerugian material dinilai tidak signifikan, ia mengingatkan kebakaran dapat menjadi ancaman serius apabila merambat ke permukiman warga.

“Kalau itu merambat sampai ke permukiman tentu juga sangat berbahaya. Yang paling penting, kami mengimbau dan mengedukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran atau perbuatan yang menimbulkan risiko kebakaran,” tegas Eka.

Baca Juga:  Separo Lebih Pembangunan Desa Ditunjang Swadaya

Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

“Seperti pembakaran lahan, pembakaran sampah, membuang puntung rokok sembarangan. Utama di situ,” ujarnya.

Eka menambahkan, BPBD Magetan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api baru.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Magetan mencatat lebih dari 50 kejadian kebakaran sepanjang tahun ini. Mayoritas kejadian tersebut merupakan kebakaran lahan pertanian.

“Kalau sebelumnya ada 50 kejadian lebih, itu kebakaran lahan. Mayoritas memang di lahan pertanian,” pungkas Eka.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM