Connect with us

News

Riyono Dorong Konsumsi Ikan dan Perkuat UMKM Perikanan di Magetan Lewat Bimtek Pengolahan Produk

Published

on

Riyono Dorong Konsumsi Ikan dan Perkuat UMKM Perikanan di Magetan Lewat Bimtek Pengolahan Produk

RASI MEDIA – Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mendorong peningkatan konsumsi ikan sekaligus penguatan usaha mikro sektor perikanan melalui bimbingan teknis (bimtek) pemasaran dan peningkatan nilai tambah produk perikanan di Kabupaten Magetan.

Kegiatan yang digelar bersama Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan itu diikuti 24 kelompok usaha pengolahan hasil perikanan di Rumah Aspirasi Sedulur Mas Riyono, Desa Jambangan.

Riyono mengatakan ikan menjadi sumber protein yang mudah diperoleh dan memiliki harga relatif terjangkau sehingga perlu terus didorong untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Ikan dengan berbagai bentuk hasil pengolahan sangat penting bagi peningkatan gizi masyarakat. Ikan segar, ikan marinasi siap saji, keripik ikan, dan berbagai produk olahan lainnya disukai semua kalangan,” ujar Riyono dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Balon Udara Ponorogo: Jejak Akulturasi Budaya dari Lentera hingga Tradisi Lebaran

Menurut legislator daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Magetan, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, dan Trenggalek itu, komoditas seperti ikan nila, lele, dan tongkol memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha.

Ia menilai pelatihan tersebut penting karena mayoritas peserta merupakan perempuan yang menjalankan usaha pengolahan hasil perikanan sebagai sumber tambahan ekonomi keluarga.

“Kehadiran 24 kelompok pengolah perikanan yang sekitar 90 persennya ibu-ibu sangat penting untuk menambah ilmu dan meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka,” kata Riyono.

Baca Juga:  Kulit Langka, Volume Kegiatan Penyamakan Kulit di LIK Magetan Turun Drastis.

Dalam bimtek tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai diversifikasi produk, strategi pemasaran, hingga praktik pengolahan hasil perikanan agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Berbagai kelompok usaha yang mengikuti pelatihan memproduksi bandeng presto, keripik ikan nila, makanan beku (frozen food), nugget ikan, abon ikan, pepes ikan, hingga sambal tuna.

Riyono mengatakan sebagian pelaku usaha telah mampu meraih omzet hingga Rp10 juta per bulan, sementara lainnya masih berada pada tahap pengembangan usaha.

“Ada yang omzetnya sudah Rp10 juta per bulan, ada juga sekitar Rp5 juta, dan ada yang baru merintis dengan hasil sekitar Rp2 juta. Melalui pendampingan penyuluh perikanan, usaha mereka bisa terus berkembang. Nilai tambah produk akan meningkatkan harga jual,” ujarnya.

Baca Juga:  Berikan Ruang Siswa SMP yang Suka Menulis, SMA N 1 Barat Gelar Menulis Cerpen Di Ulang Tahun ke 33.

Ia menambahkan Kabupaten Magetan memiliki potensi besar di sektor perikanan. Produksi budidaya ikan air tawar di daerah tersebut mencapai sekitar 1.350 ton per tahun, sedangkan hasil perairan umum mencapai sekitar 37,4 ton per tahun dengan potensi dari sungai dan waduk.

Riyono berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kualitas produk olahan perikanan sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pelatihan ini diikuti dengan antusias. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung bersama pelatih yang berpengalaman. Kami berharap semangat ini terus mendorong peningkatan mutu usaha perikanan masyarakat,” pungkasnya.

 

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM