Connect with us

News

BPBD Magetan: Ancaman Krisis Air Berkurang, Desa Rawan Kekeringan Tak Lagi Minta Dropping Air

Published

on

BPBD Magetan Perkuat Patroli Cegah Kebakaran Hutan, Belum Ada Titik Api di Gunung Lawu

RASI MEDIA – Ancaman krisis air di sejumlah wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Magetan mulai berkurang pada musim kemarau tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat hingga awal Agustus 2026 belum menerima satu pun permintaan dropping air dari desa-desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Magetan Eka Raditya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi semakin banyaknya pembangunan sumber air dan masuknya jaringan Perumda Air Minum (PDAM) ke desa-desa yang sebelumnya kesulitan memperoleh air bersih. “Sampai saat ini belum ada laporan kekeringan maupun permintaan dropping air. Kemungkinan karena beberapa wilayah yang sebelumnya rawan kini sudah mendapatkan pembangunan sumber air maupun instalasi PDAM,” kata Eka.

Baca Juga:  Dua Kali Magetan Diguyur Hujan Deras, Belum Berpengaruh Pada Ketinggian Air Telaga Sarangan.

Menurut Eka, Kecamatan Parang menjadi salah satu contoh daerah yang mulai merasakan dampak pembangunan infrastruktur air bersih. Wilayah itu sebelumnya hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau. Begitu pula Desa Kuwon yang terakhir menerima bantuan dropping air pada 2025. “Tahun ini belum ada laporan karena instalasi PDAM sudah masuk ke sana. Mudah-mudahan sampai akhir musim kemarau tidak ada keluhan terkait kekeringan,” ujarnya.

Baca Juga:  Tanggul Penahan Longsor Kali Gandong Ambles Dinas PU Magetan Sebut Terjadi Displacement.

Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan karena BMKG memprediksi musim kemarau berlangsung hingga November dengan puncaknya pada Agustus. BPBD menyiapkan empat armada tangki air bersama Perumda Air Minum dan Dinas Lingkungan Hidup untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi krisis air. “Kami tetap siaga. Kalau ada permintaan dropping air dari masyarakat, armada dan personel siap diterjunkan kapan saja,” kata Eka.

Baca Juga:  Tambah 2, Satu Masih Remaja [UPDATE]

 

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM