Connect with us

News

Cegah PMK Meluas, Pemkab Ponorogo Tutup Semua Pasar Hewan Selama 2 Pekan.

Published

on

Cegah PMK Meluas, Pemkab Ponorogo Tutup Semua Pasar Hewan Selama 2 Pekan. 

RASI FM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur menutup operasional pasar hewan untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku PMK meluas. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo, Ringga Dwi Heri Irawan mengatakan, 9 pasar hewan yang ada di Kabupaten Ponorogo akan ditutup hingga 2 pekan kedepan.

“Ada 9 pasar hewan yang dilakukan penutupan sementara. Itu dilakukan dalam rangka untuk memutus rantai penyebaran PMK ini.” Ujarnya ditemui usai melakukan penutupan pasar hewan Jetis Jumat (10/1/2025).

Ringga menambahkan, penutupan 9 pasar hewan dilakukan mulai dari Hari Rabu (8/1) hingga Rabu (21/1) mendatang. Ke 9 pasar tersebut di tempeli tulisan surat keputusan Dinas Perdagangan dan Dinas Peternakan Kabupaten Ponorogo sebagai tanda opersional pasar hewan di tutup sementara.

Baca Juga:  Berikan Beasiswa Kepada Atlet Berprestasi, Rektor Unesa: Unggulan Kami Adalah Olahraga

“Penutupan pasar berdasarkan surat dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) nomor 500.2.3.4/KH/4/405 16/2025 dan Surat Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo nomor 500.7.2.4/KRP/14/405.21/2025 tanggal 6 Januari 2025, perihal Permohonan Penutupan Sementara Operasional Pasar Hewan,” imbuhnya.

Meski ada penutupan pasar, sejumlah pedagang sapi masih sempat membawa dagangan mereka ke pasar. Suyadi (60) salah satu pemilik sapi yang berniat menjual sapi di Pasar Hewan Jetis mengaku tidak tahu jika ada penutupan pasar hewan. Dia mengaku sapi yang dia jual adalah sapi yang sehat karena sudah di vaksin. Karena pasar ditutup dia terpaksa mengikat sapinya di pinggir jalan di depan pasar.

Baca Juga:  Terkena PMK Puluhan Sapi di Desa Kedungguwo Magetan Tiba Tiba Mati.

“Mau jualan sapi kesini kok ternyata tutup. Saya tidak tahu kalau pasar hewan ditutup. Sapinya mau dijual, sementara saya kasih di depan pasar. Kalau ada yang beli ya dijual, kalau ndak ya dibawa pulang,” ujarnya pasrah.

Sebelumnya Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko melakukan kajian terhadap himbauan ketua DPRD Kabupaten Ponorogo Dwi Agus Prayitno untuk menutup sementara pasar hewan untuk mencegah meluasnya PMK. Dari hasil kajian terkait faktor ekonomi dan perkembangan wabah PMK pemerintah daerah memutuskan menutup sementara operasional 9 pasar hewan yang ada di Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga:  Minim Anggaran, Pol PP Magetan Hanya Lakukan 2 Penertiban Baliho Setahun Terakhir.

Dari catatan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, populasi sapi di Ponorogo saat ini mencapai sekitar 68 ribu ekor dengan 346 sapi yang yang dilaporkan terpapar PMK, 7 ekor sapi mati dan 3 ekor sapi disembelih paksa serta 25 ekor sapi sembuh. (DmS)

 560 total views,  3 views today