Connect with us

News

Upaya Pemadaman Api Gunung Lawu Rencananya Akan Menggunakan Heli Water Bombing.

Published

on

Tim Pemadaman Kebakaran Gunung Lawu Siapkan Helipad Untuk Pemadaman.

RASI FM – Kebakaran hutan di Gunung Lawu yang terjadi sejak hari Jumat lalu rencananya akan menggunakan heli water bombing mengingat luasan lahan serta sulitnya upaya pemadaman dikarenakan angin yang bertiup kencang. Wakil Kepala Devisi Regional Jawa Timur Tony Kuspuja mengatakan, kesiapan untuk melakukan pemadaman dengan menggunakan helikopter telah dilakukan persiapan helipad serta lokasi pengambilan air. Rencananya pengambilan air akan dilakukan di Telaga wahyu.

Baca Juga:  Ada 14 Suspek Casmpak Selama 2026, Dinkes Magetan Kirim Sample ke Surabaya Tunggu Hasil Laboratorium.

“Kita sudah tentukan lokasi Helipad dan pengambilan air juga kita siapkan di Telaga Wahyu karena kalau di telaga Sarangan terlalu padat disana. Tinggal kita tentukan titik koordinatnya agar saat boom tepat sasaran,” ujarnya ditemui di Pos Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.

Tony menambahkan, meski telah mempersiapkan kebutuhan pemadaman dengan menggunakan helicopter water bombing namun pihaknya belum bisa memastikan kapan pelaksanaannya. Hingga Hari Senin siang helicopter terlihat memantau kondisi kebakaran Gunung Lawu..

Baca Juga:  Pemkab Magetan Akan Lakukan Upaya Koneksitas Antara Bank Sampah Dengan Perbankan.

“Ini opsi yang sangat sangat kita butuhkan,” imbuhnya.

Tony mengatakan sejumlah titik kebakaran yang masih membara di Gunung Lawu dikarenakan sulit dijangkau oleh personil gabungan untuk dipadamkan. Untuk melakukan pemadaman kebakaran di Gunung Lawu diterjunkan lebih dari 500 personil gabungan dari TNI, Polri, Personil BPBD dari Kabupaten Magetan, Ngawi, Madiun serta personil dari BPBD Jawa Timur yang ditempatkan di 2 pos yaitu Pos Desa Ngiliran dan Pos Desa Ngrayudan dan di Pos desa Ngiliran.

Baca Juga:  Gelar Kegiatan Sobo Pendopo, Pemkab Magetan Ingin Siswa TK dan SD Tak Asing Dengan Kantor Bupati.

“Untuk pos di Ngiliran sekitar 300 petugas gabungan dan di Ngrayudan sekitar 200 personil. Untuk kesulitan selain Medan arah angin yang tiba tiba dari Selatan ke Utara yang berubah ke Barat juga menyulitkan upaya pemadaman,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM