Connect with us

News

Tunjukkan Eksistensi Sebagai Kampung Kelinci, Desa Tanjung Sari Gelar Lomba Kuliner Sate Kelinci.

Published

on

Tunjukkan Eksistensi Sebagai Kampung Kelinci, Desa Tanjung Sari Gelar Lomba Kuliner Sate Kelinci.

RASI FM – Di era tahun 1980an nama Tanjungsari identik dengan ikon kelinci karena pada tahun 1983 Bupati Sudarmono membangun patung kelinci yang menjadi ikon desa tersebut. Pada tahun 1981 Desa Tanjungsari menjadi juara nasional terkait budidaya hewan kelinci dan mendapatkan hadiah sebuah televisi. Kepala desa Tanjungsari waktu itu datang langsung ke Istana negara dan mendapat penghargaan dari Presiden Soeharto pada waktu itu. Tahun 2024 untuk memperingati HUT ke 79 RI pemerintah desa menggelar lomba sate kelinci. Kepala Desa Tanjungsari Sari Suwarso mengatakan kegiatan lomba masak sate kelinci untuk kembali menumbuhikan semangat warga Desa Tanjungsari untuk lebih giat lagi beternak kelinci.

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan Kabupaten Magetan Pastikan Penyaluran Bantuan Beras dari Badan Pangan Selesai Sebelum Lebaran.

”Desa kami Tanjungsari pernah jadi juara nasional, kami kembangkan lagi para peternaknya, Kemudian moment kemerdekaan RI kita adakan kegiatan lomba memasak daging kelinci,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabuapten Magetan Santi Trisnawati mengatakan, kegiatan masak sate kelinci adalah upaya untuk mengenalkan kuliner sate kelinci kepada masyarakat mengingat Desa Tanjungsari merupakan desa dengan peternak paling banyak di era akhir 1990 an.

Baca Juga:  Melanggar Lalulintas di Operasi Semeru 2023 Akan Dilakukan Tilang Manual.

”Sate kelinci bisa menjadi produk unggulan desa Tanjungsari, Harapannya masyarakat lebih mengenal kuliner sate kelinci untuk bisa jadi menu andalan dan menjadi ikon desa Tanjungsari,” ucapnya.

Juri lomba sate kelinci, Hari dari SMKN 2 Magetan jurusan tata boga mengatakan, dalam lomba pembuatan sate kelinci yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengolah daging kelinci ,menjadi kuliner yang lezat dan memiliki inovasi penyajian sate kelinci. Melalui  kegiatan lomba kuliner tersebut diharapkan akan menggugah keinginan warga masyarakat untuk lebih mengenal potensi ternak kelinci.

”Untuk penilaian sate kelinci kita, kita kan menilai rasa, kemudian tekhnik penyajian kemudian ketepatan waktu memasak, kemudian kebersihan selama proses memasak, kemudian proses pengolahanya sendiri dan tekstur dari sate kelinci tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  Sepeda Motor Tabrak Truk Bahan Bangunan yang Diparkir, Pemotor Luka Berat dan Tak Sadarkan Diri.

Dalam lomba memasak sate kelinci yang dilaksanakan di taman kelinci desa TanjungSari diikuti oleh 11 peserta dari desa di Kecamatan Panekan. Selain kegiatan pembuatan sate kelinci, pemerintah desa Tanjung sari juga menggelar lomba mewarnai anak anak, voli bola plastic, lomba balap kelinci ,bursa kelinci dan jalan santai. (DmS)

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM