Connect with us

Magetan's

Tangani PMK, Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Ajukan Anggaran Rp 800 Juta.

Published

on

Tangani PMK, Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Ajukan Anggaran Rp 800 Juta.

Rasi Fm – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mengajukan anggaran Rp 800 juta rupiah dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan, pengajuan anggaran Rp 800 juta untuk pengadaan obat obatan dan vaksin untuk mengatasi penyebaran virus penyakit mulut dan kuku. Pangajuan anggaran penanganan PMK sebesar Rp 800 juta untuk mengantisipasi sulitnya obat dan vaksin untuk mengatasi PMK mengingat saat ini banyak daerah yang juga melakukan pembelian obat obatan.
“Anggaran kami sekitar 800 an sudah diengkrengi. Kita tidak bisa menganggarkan banyak terkait obat obatan karena saat ini obat obatan sulit dicari semua daerah dan provinsi semua pengadaan obat yang sama. Kami khawatir dengan pengajuan BTT banyak banyak ternyata serapan kami tidak maksimal karena kesulitan obat,” ujarnya.
Nur Haryani menambahkan, meski mengajukan anggaran penanganan PMK namun Dinas Peternakan lebih menekankan kepada kemandirian penanganan oleh peternak dengan menjaga kondisi kebersihan dan kesehatan sapi dan kandang serta upaya penyembuhan dengan memanfaatkan rempah rempah yang ada. Dengan penanganan lebih awal penyebaran PMK bisa dicegah.
“Ketika ditangani seawal mungkin, pada intinya hanya meningkatkan daya tahan tubuh bisa dengan vitamin, dengan makanan yang berkualitas atau obat obat disekitar kita seperti kunyit, asem itu yang kita gencarkan kepada masyarakat sambil menunggu karena arahnya tetap vaksinasi,” imbuhnya.
Hingga Hari Selasa Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan mencatat ada 1.790 sapi dinyatakan positif PMK. Sementara sapi yang sembuh dari PMK di Kabupaten Magetan tercatat 800 ekor. Tingginya angka kesembuhan membuat Dinas Peternakan Kabupaten Magetan lebih menggiatkan edukasi penanganan sapi milik peternak yang terpapar PMK secara swadaya peternak. (DmS)

Baca Juga:  Perusahaan Mitra Kerja Peternak di Desa Tunggur Seharusnya Ikut Bertanggung Jawab Terkait Lalat dan Bau Menyengat Kotoran Ayam

 103 total views,  6 views today