Connect with us

News

Rumpun Bambu Sumbat Aliran Sungai Ulo, 25 Hektar Lahan Pertanian warga di Magetan Terendam Banjir.

Published

on

Rumpun Bambu Sumbat Aliran Sungai Ulo, 25 Hektar Lahan Pertanian warga di Magetan Terendam Banjir.

RASI MEDIA  – Tiga desa di Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur terdampak luapan dari sungai Ulo  yang meluap Hari Jumat (13/2) sekitar pukul 04:00WIB.  Camat Kartoharjo, Setiya Widayaka, mengatakan tiga desa yang terdampak  luapan Sungai Ulo denganketinggian air mencapai 10 cm adalah Desa  Ngelang, Desa Jajar dan Desa Pencol. “ Kita sudah tinjau  ke lokasi tadi, di Desa Jajar dan Desa Pencol sudah mulai surut. Belum sampai menggenang pemukiman, hanya sejumlah jalan. Di Ngelang juga surut karena sudah ada peninggian tanggul,” ujarnya melalui sambungan telepon Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga:  Jayapura Diguncang Gempa M 3,5

Setiya menambahkan, dari hasil pengamatan yang dilakukan dilapangan, luapan Sungai Ulo dipicu oleh curah hujan tinggi yang turun beberapa hari terakhir. Tidak adanya petugas pengwasan dipintu air Sungai Ulo juga di duga menjadi penyebab pengaturan  air tidak maksimal. “ Salah satunya karena tidak ada petugas pengaturan air dipintu air sehingga menyebabkan kenaikan debit air. Kita sudah menyurati ke BBWS DAS Solo untuk ada penempatan petugas setidaknya memantau saat hujan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Diduga Aji Mumpung, Satu Kecamatan di Magetan Usulkan 1.700 Warganya Miskin Ekstrem.

Penyebab lain meluapnya Sungai Ulo menurut Setiya dikarenakan adanya rumpun bambu yang menyumbat aliran sungai,  sehingga meyebebkan debit air mengalami kenaikan. Dia mengaku telah bersurat meminta BBWS DAS Solo untuk mengerahkan excavator untuk membersihkan rumpun bambu. “ Kita juga sudah koordinasi ke BBWS DAS Solo perwakilan di Madiun untuk membersihkan rumpun bambu yang menyumbat sungai dan itu memang kewenangan DAS Solo. Seperti tahun sebelumnya melalui  desa bersurat ke BBWS DAS Solo untuk pembersihan rumpun bambu,” ucapnya.

Baca Juga:  Masyarakat Kunjungi UPT PSTW Magetan, Berikan Bantuan Gizi dan Semangat bagi Lansia

Meski ketinggian air yang merendem jalan jalan di 2 desa mulai surut, namun ketinggian air masih merendam area persawahan sekitar 10 hektare di Desa Jajar dan lahan persawahan seluas 15 hektar di Desa Pencol.  Setiya Widayake meminta masyarakat tetap waspada mengingat cuaca di Kabupaten Magetan masih dimungkinkan turun hujan dengan intensitas tinggi. “ Kita minta masyarakat waspada, semoga dengan segera adanya pembersihan rumpun bambu yang menyumbat aliran sungai segera bisa teratasi,” pungkasnya.

 506 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *