Connect with us

News

Komandan Kodim 0804 Ingatkan Aturan Penggunaan Senjata Air Soft Gun Pasca Foto Siswi Pesantren Tenteng Senapan Air Softgun Viral.

Published

on

Komandan Kodim 0804 Ingatkan Aturan Penggunaan Senjata Air Soft Gun Pasca Foto Siswi Pesantren Tenteng Senapan Air Softgun Viral.

RASI FM – Komandan Kodim 0804 Magetan, Letkol Inf Dani Indrajaya mengingatkan terkait aturan penggunaan air softgun bagi pelajar yang belum berusia 17 tahun pasca foto santriwati yang menenteng senjata air softgun viral di media social. Dia mengatakan, selain faktor usia, penggunaan air soft gun dalam kegiatan juga butuh pengawasan baik orang yang lebih tua maupun dari aparat setempat.

“Harapan saya kegiatan seperti itu dilaporkan terlebih dahulu baik instansi Polri maupun TNI. Kira kira kegiatan yang dilakukan itu sudah memenuhi syarat atau belum,” ujarnya ditemui di sela sela kegiatan pembangunan Taman Dharma Wangsa Selasa (01/08/2023).

Baca Juga:  Begini Kondisi Lapangan Voli Di Desa Terung Yang Dikeluhkan Pemuda

Dia berharap penggunaan air softgun untuk kegiatan ekstrakurikuler dikaji lebih dalam lagi aturannya. Selain batasan usia , situasi menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2024 mendatang juga diharapkan menjadi pertimbangan menggelar kegiatan menggunakan air soft gun.

“Kita koordinasi dengan Polres, ada batasan umur penggunaan air soft gun minimal 17 tahun. Harapannya kejadian ini tidak terulang lagi mengingat tahun ini juga tahun politik, kita harus lebih hati hati,” imbuhnya.

Sementara Ketua Harian Yayasan Nur Rosyidah Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan, Isgianto mengatakan, pihaknya telah menghentikan rencana kegiatan ekstrakurikuler air soft gun. Menurutnya masih banyak kegiatan lainnya yang bisa dilakukan oleh siswa untuk mengasah ketrampilan di bidang oleh raga lainnya.

Baca Juga:  Kisah Kades Suco, Buat Kapal Bajak Laut di Belakang Balai Desa Untuk Geliatkan Perekonomian Warga.

“Bahkan ektrakurikuler memanah pun kita hentikan. Kita lebih memilih kembali fokus pada pembelajaran siswa. Untuk SMP kita berlakukan kurikulum merdeka Dinas Pendidikan kalau Madrasah Aliyah kita berada di bawah Kemenag,” katanya.

Terkait adanya sejumlah netizen yang menyangkut pautkan foto yang viral dengan kegiatan radikal, Isgianto memastikan bahwa pemahaman tersebut salah. Pondok Pesantren Baitul Qur’an Al Jahra Magetan lebih memilih menguatkan wawasan kebangsaan siswanya dengan menggandeng TNI dan Polri untuk memberikan materi wawasan kebangsaan.

“Kalau ada yang menarasikan menggiring lembaga kami tidak nasional atau membentuk siswa radikal itu tidak benar adanya. Upacara bendera itu kita lakukan rutin. Pada saat MPLS koramil juga kita undang untuk memberikan wawasan kebangsaan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Berbagi Berkah Ramadan, Yayasan Wings Peduli Bagikan 3.000 Lebih Paket Sembako Jelang Lebaran.

Melalui akun IG milik yayasan pihak pondok pesantren juga merilis video permohonan maaf terkait viralnya foto santriwati yang membawa air soft gun. Untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan pihak pondok pesantren memastikan kegiatan pengenalan pada olah raga air softgun tidak jadi dilaksanakan.

“Kemarin baru pengenalan dalam MPLS, dengan kejadian ini kita pastikan tidak jadi melaksanakan rencana kegiatan ekstrakurikuler air softgun,” pungkas Isgianto.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM