Pendidikan
Kemampuan Numerasi 50.000 Siswa TK, SD dan SMP di Magetan Rendah, Pemkab Magetan Genjot Program Gasing.
Published
6 hari agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Kemampuan numerasi siswa TK, SD dan SMP di Kabupaten Magetan, Jawa Timur dinilai sangat rendah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan, Suhardi, mengatakan, untuk mengatasi rendahnya capaian matematika siswa di tingkat dasar dan menengah pertama pemrintah daerah menggenjot program Gasing (Gampang, Asik, dan Menyenangkan). “ Program Gasing diinisiasi melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Gasing Akademik yang digagas Prof. Yoana Surya serta perguruan tinggi UNESA. Dan Magetan ditunjuk untuk pelaksanaan pelatihan,” ujarnya ditemui di SMPN 1 Magetan lokasi pelatihan awal program Senin (4/5/2026)
Suhardi menambahkan, program Gasing hadir karena kemampuan numerasi siswa, terutama sejak tingkat TK hingga sekolah dasar, dinilai masih belum memuaskan. Kondisi tersebut juga tercermin dari berbagai indikator pendidikan.“Capaian kita terkait numerasi masih rendah. Dari hasil TKA kemarin juga belum memuaskan, termasuk rapor pendidikan yang perlu ditingkatkan,” imbuhnya.
Pada tahap awal, program ini melibatkan 72 siswa dari jenjang SD dan SMP, khususnya kelas 4 hingga kelas 7, serta 36 guru. Para peserta dipilih dari kelompok dengan kemampuan matematika yang masih berada di level bawah.“Untuk tahap pertama ini ada 72 siswa dan 36 guru. Anak-anak yang dipilih memang dari kemampuan matematika level bawah agar bisa ditingkatkan,” jelasnya.
Suhardi menjelaska, program Gasing bahkan menjadi proyek percontohan yang mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ia berharap implementasinya dapat menjangkau seluruh siswa di Magetan secara bertahap.“Harapannya, program ini bisa total coverage untuk anak-anak kita. Targetnya sampai tujuh tahap dan menjangkau sekitar 50 ribu siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, pelatihan Gasing akan difokuskan pada penguatan dasar matematika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dengan metode yang lebih mudah dipahami siswa.“Kegiatannya fokus pada matematika dasar, seperti tambah, kurang, kali, bagi, dengan metode yang menyenangkan. Trainer-nya juga sudah direkomendasikan dari Gasing Akademik,” Kata Suhardi.
Selain itu, para guru yang telah mengikuti pelatihan akan berperan sebagai agen perubahan dengan menyebarluaskan metode Gasing ke sekolah masing-masing.“Guru yang sudah dilatih nanti akan mengimbaskan ke sekolahnya, sehingga cakupannya semakin luas,” Ucap Suhardi.
78 total views, 3 views today


