Connect with us

News

Kasus DBD di Magetan Turun Hampir 50 Persen, Dinkes: Program Indonesia Asri Turut Tekan Populasi Nyamuk

Published

on

Kasus TBC Anak di Magetan Capai 89 Hingga Mei, Dinkes Intensifkan Tracing Keluarga

RASI MEDIA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) sepanjang Januari hingga Juni 2026 turun hampir 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hingga pertengahan tahun ini, Dinkes juga memastikan belum ada pasien DBD yang meninggal dunia.

Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengatakan penurunan kasus tersebut tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta dukungan Program Indonesia Asri yang digagas Pemerintah Kabupaten Magetan.

“Alhamdulillah DBD terkendali. Kami berterima kasih kepada pimpinan daerah karena melalui Program Indonesia Asri seluruh OPD dan ASN digerakkan setiap Jumat untuk membersihkan lingkungan secara bergilir. Kami berharap ini menjadi pemicu agar masyarakat juga ikut membersihkan lingkungan di sekitar rumahnya,” kata Agoes, Kamis (17/7/2026).

Baca Juga:  Tak Terima Aksi Malak Jadi Berita, Empat Orang Mengaku Pengawasan BOS yang Lakukan Pemerasan ke Sekolah MTsN di Magetan Datangi Kepala Sekolah dan Ancam Ketemu di Pengadilan.

Menurut Agoes, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara rutin mampu mengurangi semak-semak dan lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Dampaknya, populasi nyamuk penyebab DBD ikut menurun sehingga angka kasus terus menunjukkan tren penurunan.

“Kalau semak-semak dibersihkan oleh masyarakat, populasi nyamuk juga turun. Dari yang kami amati trennya terus menurun. Memang masih ada satu-dua kasus yang sifatnya sporadis, tetapi secara umum turun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga Juni 2026 tidak ada kasus kematian akibat DBD di Kabupaten Magetan. Kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencatat tiga pasien meninggal dunia.

“Sampai Juni tahun ini alhamdulillah tidak ada yang meninggal karena DBD. Tahun lalu pada periode yang sama sudah ada tiga kematian. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat semakin baik,” ucap Agoes.

Baca Juga:  Ratusan Warga Desa Wates Ngeluruk Kantor Desa Wates Desak Pemerintah Daerah Copot Kasun Yang Selingkuh Dengan Warga.

Selain angka kematian yang turun menjadi nol, jumlah kasus DBD juga menurun signifikan.

“Kalau jumlah kasus, kurang lebih tinggal separuh dibanding tahun lalu. Angka pastinya nanti kami sampaikan, tetapi penurunannya mendekati 50 persen,” katanya.

Agoes menegaskan DBD bukan penyakit yang hanya muncul saat musim hujan. Menurutnya, penularan tetap dapat terjadi sepanjang tahun karena nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di tempat penampungan air di dalam rumah, seperti bak mandi, tempat penampungan air bersih, maupun wadah air lainnya yang jarang dibersihkan.

“DBD terjadi sepanjang tahun. Saat musim kemarau justru tempat berkembang biaknya banyak berada di penampungan air di dalam rumah. Kalau tidak rutin dibersihkan dan masih ada jentik, penularan tetap bisa terjadi,” jelasnya.

Baca Juga:  Hari ke 11 Kebakaran Gunung Lawu Luasan Lahan Yang Terbakar Capai 2.000 Hektar Lebih.

Sementara saat musim hujan, lanjut Agoes, tempat perkembangbiakan nyamuk semakin banyak karena genangan air di pekarangan, kebun, semak-semak, maupun barang bekas yang menampung air hujan.

Karena itu, Dinkes meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah. Warga di tingkat RT, RW hingga pemerintah desa diharapkan rutin menggerakkan kerja bakti membersihkan lingkungan agar kasus DBD terus menurun.

“Program ini harus diteruskan. Tidak cukup hanya bupati, wakil bupati, dan OPD yang turun. Tokoh masyarakat di desa juga harus menggerakkan warga. Kalau setiap minggu meluangkan satu sampai dua jam untuk membersihkan lingkungan, manfaatnya akan sangat besar bagi kesehatan masyarakat,” pungkas Agoes.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM