Connect with us

News

BPBD Magetan Pastikan Warga Desa Sayutan Masih Andalkan Air Sumur, Belum Krisis Air

Published

on

BPBD Magetan Pastikan Warga Desa Sayutan Masih Andalkan Air Sumur, Belum Krisis Air

RASI MEDIA  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan memastikan belum terjadi krisis air bersih di Desa Trosono dan Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kepastian itu diperoleh setelah petugas melakukan asesmen langsung ke lapangan menindaklanjuti informasi mengenai kekeringan di wilayah tersebut. Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengatakan, hasil asesmen dan koordinasi dengan pemerintah desa menunjukkan pasokan air bersih masyarakat masih mencukupi. “Informasi dari kepala desa Trosono dan kepala desa Sayutan serta perangkat desa masing-masing, tidak ada laporan kekeringan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Menurut Eka, kebutuhan air bersih warga saat ini masih dipenuhi melalui jaringan Pamsimas dan sumur dalam yang berada di masing-masing desa. “Kondisi saat ini pasokan air bersih Pamsimas dan sumur dalam di desa tersebut masih tergolong cukup,” katanya.

Baca Juga:  Peringati HUT Bhayangkara ke 75, Polres Magetan Gelar Vaksin Massal

Dia memastikan dari hasil asesmen tersebut belum ditemukan dampak kekeringan maupun kebutuhan air bersih yang mendesak. “Dampaknya nihil dan kebutuhan mendesak juga nihil,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi mengatakan informasi mengenai krisis air di sejumlah desa tersebut perlu diluruskan. Menurut dia, petugas sudah melakukan koordinasi sekaligus asesmen langsung ke wilayah yang disebut mengalami kesulitan air. “Tidak atau kurang benar mas. Kemarin sudah langsung kami koordinasikan dan asesmen ke lokasi. Masih aman semua tiga desa yang dimaksud,” ujarnya.

Meski demikian, Eka Wahyudi mengakui sebagian masyarakat masih menggunakan sumur tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut terutama ditemukan di sejumlah wilayah permukiman. “Data pastinya belum tahu, yang jelas mulai dari RT 2 sampai RT 7 masih banyak yang mengandalkan sumur tradisional,” katanya.

Dia menyebut wilayah tersebut memang pernah mengalami persoalan kekurangan air pada musim kemarau sebelumnya. Berdasarkan data tahun 2024, terdapat ratusan kepala keluarga yang terdampak. “Data tahun 2024 dulu itu kalau tidak salah ada 225 KK yang terdampak,” paparnya.

Baca Juga:  Kekerasan Seksual terhadap Anak di Ponorogo Masih Mendominasi Kasus Kekerasan yang Dilaporkan ke Dinas Sosial

Sebelumnya, informasi mengenai krisis air bersih di Magetan juga disampaikan melalui laman DPRD Provinsi Jawa Timur. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan tiga desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, yakni Desa Karas dan Desa Kuwon di Kecamatan Karas serta Desa Sayutan di Kecamatan Parang. Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Atika Banowati mendorong pemerintah tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih menggunakan truk tangki ketika kekeringan terjadi.  “Pengiriman air bersih memang penting untuk penanganan darurat. Namun, ke depannya kita harus fokus pada solusi yang berkelanjutan, seperti membangun sumur bor di titik-titik yang membutuhkan agar warga tidak terus-menerus kesulitan setiap kali musim kemarau tiba,” ujar Atika.

Baca Juga:  KPID Jawa Timur Soroti Tayangan Trans7 yang Bermuatan SARA dan Disinformasi tentang Pondok Pesantren

Atika mengatakan pembangunan sumur bor perlu dibarengi dengan jaringan pipanisasi agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih stabil. Menurut dia, pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait perlu memperkuat pemetaan wilayah yang rawan mengalami kekurangan air.  “Penanganan krisis air bersih tidak hanya bersifat reaktif ketika musim kemarau berlangsung, tetapi juga harus mengantisipasi kebutuhan masyarakat di wilayah yang berulang kali terdampak kekeringan,” katanya.

Meski hasil asesmen BPBD menunjukkan kondisi masih aman, pemerintah desa diminta terus memantau perkembangan ketersediaan air bersih. Jika kondisi berubah dan masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air, pihak desa diminta segera berkoordinasi dengan BPBD Magetan.  “Adapun perkembangan informasi, pihak desa akan konfirmasi ke BPBD jika ada informasi lagi terkait dengan air bersih di wilayah masing-masing,” pungkas Eka Radityo.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM