Rasi Fm – Bupati Magetan Suprawoto mengapresiasi kerajinan batik di Desa Simbatan yang terus berkembang dalam menghasilkan karya batik. Saat ini omset penjualan batik di Desa Simbatan bahkan telah mencapai lebih dari 2 miliar rupiah.
Keistimewaan batik simbatan adalah proses pembuatan batik yang menggunakan bahan alami dalam pewarnaan. Batik simbatan yang kebanyakan dibuat oleh para difabel juga dikerjakan dengan tangan langsung atau handmade. Pengerjaan batik dengan tekhnik handmade selain membuat batik berkelas seni juga membuat nilai jual batik menjadi lebih mahal.
Untuk mendukung berkembangnya kerajinan batik di Kabupaten Magetan, pemerintah daerah Kabupaten Magetan membuat kebijakan dengan mewajibkan para guru dan ASN untuk mengenakan batik di Hari Selasa hingga Hari Jumat.
Tingginya permintaan pasar terhadap batik di Desa Simbatan membuat jumlah pengrajin batik di Desa Simbatan juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya hanya 7 pengrajin batik di Desa Simbatan, namun saat ini telah berkembang dengan jumlah pengrajin batik mencapai 41 pengrajin.
“Omset batik Simbatan menurut pak lurah kemarin omsetnya mencapai 2 miliar sekian. Itu luar biasa, kenapa karena pakai tangan dan yang membuat para difabel. Oleh sebab itu kami membuat kebijakan Senin sampai Jumat guru ini mengenakan batik khas Magetan supaya menghidupkan para pengrajin. Dulu pengrajin hanya 7 sekarang sudah 41. Kita membuat kebijakan ini diharapkan pengrajin tambah banyak lagi. Anak anak juga begitu mencintai prosuk local, karena sangat bagus,” ujarnya. (DmS).