Connect with us

News

Warga Desa Plangkrongan Magetan Berhasil Kembangkan Durian Tawing dari Pohon Induk yang Berusia 4 Abad

Published

on

Warga Desa Plangkrongan Magetan Berhasil Kembangkan Durian Tawing dari Pohon Induk yang Berusia 4 Abad

RASI FM – Jainudin salah satu warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan berhasil mengembangkan pohon durian tawing dari pohon indukan yang berusia sekitar 4 abad. Melalui tekhnik sambung pucuk Jainudin berhasil mengembangkan durian tawing dan saat ini telah berbuah di kebun miliknya. Durian dari indukan pohon durian tawing dari Desa Plumpung merupakan satu satunya pohon durian yang saat ini berhasil hidup dan berbuah.

“Saya hanya punya satu pohon karena perawatannya masih membutuhkan mempelajari. Pohon indukan dari dukuh tawing Desa Plumpung. Dari pemilik yang 7 turunan berarti bisa berusia 400 tahun. Dengan diameter 3 orang untuk merangkul sudah ada sekitar 400 tahunan,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringatan Hari Ibu di Magetan, Orang Tua Anak Disabilitas Suarakan Harapan Kemandirian dan Kesetaraan

Jainudin menambahkan, dibutuhkan waktu hingga 6 tahun untuk bisa mengetahui cara pengembangan pohon durian jenis tawing tersebut, karena jenis durian tawing membutuhkan perlakuan khusus. Dia mengaku saat ini masih membutuhkan waktu untuk lebih mempelajari perilaku durian tawing mengingat selain sulit dikembangkan, durian jenis tawing juga membutuhkan perlakuan khusus agar bisa berbuah. Durian tawing menurutnya memiliki kerumitan sendiri untuk dikembangkan mengingat durian tawing merupakan salah satu jenis durian lokal yang tumbuh di Kabupaten Magetan selain durian saman.

“dengan tekhnik pembibitannya memang cukup rumit, tapi memang sulit. Berkat ilmu pak Lutfi seorang ahli durian dari Kalimantan akhirnya biaa dikembangkan tapi memang masih sulit,” imbuhnya.

Baca Juga:  Putting Beliung 5 Menit Rusak 3 Rumah Warga di Magetan

Jainudin mengatakan, rasa durian tawing memiliki kekhasan adalah rasa pahit yang dominan menjadi unsur di antara rasa manis yang bisa dirasakan pada daging buahnya. Daging buah durian tawing juga memiliki ketebalan yang memuaskan para pengemar durian, dimana biji duriannya yang kadang bahkan tidak ada menjadikan durian tawing memiliki nilai yang cukup tinggi di kalangan pencinta durian. Durian tawing menurutnya diburu oleh pecinta durian yang memang menyukai rasa pahit diantara rasa manis pada daging buah.

“rasa dominannya pahit, ada manis dan gurihnya juga ada. Yang paling suka biasanya pahitnya bagi maiak durian karena memiliki rasa khas dari pahit dan manis durian. Dagingnya tebal bahkan ada yang tidak memiliki biji, banyak yang mengatakan durian sukun karena bijinya kecil,” katanya.

Baca Juga:  Turunkan 247 Personil Amankan Libur Nataru, Polres Magetan : Operasi Lilin Semeru Tahun 2023 Operasi Kemanusiaan.

Untuk satu buah durian tawing miliknya, Jainudin mengaku menjual dengan harga kisaran Rp 100.000 rupiah perbuah. Pembelinya berasal dari Kabupaten Magetan, Ponorogo, Ngawi hingga ke Madiun dengan cara pemesaan melalui wa. Dia mengaku satu pohon miliknya hanya dipertahankan sekitar 70 buah saja untuk menjaga kualitas dari durian tawing miliknya.

”Karena masih langka untuk 1 buah kita jual Rp 100.000. Yang beli dari madiun, Ponoorgo dan lainnya. Biasanya melalui pesan melalui whatsapp,” pungkasnya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM