RASI MEDIA — Pernyataan Presiden mengenai buruh pengupas bawang yang disebut menerima upah Rp700.000 per kilogram menjadi perhatian publik. Angka tersebut memicu perbincangan karena dianggap sangat tinggi dibandingkan upah buruh pengupas bawang pada umumnya.Namun, kondisi berbeda justru ditemukan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Seorang perempuan berusia 65 tahun bernama Jumi mengaku hanya mendapatkan upah sekitar Rp2.500 untuk setiap kilogram bawang merah yang dikupas. Dengan kemampuan mengupas sekitar tiga kilogram dalam sehari, Jumi rata-rata hanya memperoleh uang sekitar Rp7. 500 sehari. “ Sekilo Rp 2.500 bahakn ada yang Rp 2.000 sekilo,” ujarnya diotemui di Desa Turi bersama dengan 5 rekannya buruh kupas bawang Selasa (18/8/2026)
Jumi mengaku mulai bekerja sekitar pukul 08.00 hingga sore hari sekitar pukul 16:00 WIB. Jia beruntung, dari bawang merah kecil kecil tersebut dia bisa mendapatkan 5 kilogram. Meski harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengupas bawang, pendapatan yang diterimanya tidak sebanding dengan lamanya waktu bekerja. “Mulainya jam 8. Sehari bisa lima kilo,” imb uhnya.
Menurut Jumi, pembayaran upah tidak selalu diberikan setiap hari. Ia terkadang menerima uang setelah bekerja selama beberapa hari atau bahkan seminggu. “Kadang seminggu, kadang sehari,” ujarnya.
Uang tersebut digunakan Jumi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama membeli makanan dan lauk. Di usianya yang sudah 65 tahun, ia masih bekerja karena kesulitan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup. “ Hasilnya ya buat makan, beli sayur, buat lauk,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah penghasilan tersebut cukup untuk kebutuhan hidup, Jumi mengaku masih sangat kekurangan. Jumi mengatakan pekerjaan mengupas bawang menjadi salah satu cara yang masih bisa dilakukannya untuk mendapatkan penghasilan. Bawang yang dikupas kemudian diolah menjadi bawang goreng dan dijual di pasar. “ Dapat sedikit karena bawangnya kecil kecil untuk dijadikan bawang goreng. Kalua dibilang pendapatan ya kurang sekali, banget,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada warga lanjut usia yang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti dirinya. Dia mengaku akan sangat senang jika mendapat bantuan Rp 700.000 sebagai tukang kupas bawang. “Senang sekali kalau dapat (Rp700.000),” kata Jumi ketika ditanya mengenai kemungkinan memperoleh penghasilan sebesar itu.
Pedagang sayur di Pasar Sayur Magetan mengaku harga bawang merah saat ini terus merosot tajam. Warsini salah satu pedagang bawang di Pasar Sayur Magetan, mengatakan harga bawang merah kualitas super yang sebelumnya bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram kini berada di sekitar Rp30.000 per kilogram. “Kalau berambang kan dari Rp60.000, Rp40.000, sekarang sudah Rp30.000 itu sudah super,” kata Warsini.
Menurut Warsini, harga tersebut bahkan masih bisa ditawar. Ia menyebut bawang kualitas super dijual sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan bawang berukuran kecil berada di kisaran Rp25.000. “Ini sampai aku jual Rp35.000. Kalau yang kecil-kecilan Rp25.000,” ujarnya.
Warsini mengaku heran jika upah mengupas bawang merah bisa mencapai Rp 700.000 rupiah perkilogram. Ia mengaku harga bawah merah super milknya yang dijual Rp 30.000 pun masih ditawar oleh pembeli. “ Kalau ada upah segitu saya juga mau beralih menjadi tukang kupas bawang,” Katanya.