RASI MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Sosial resmi meluncurkan program Gerakan RT Peduli Lansia (Gerilia). Program ini bertujuan mendorong kepedulian masyarakat, khususnya di tingkat Rukun Tetangga (RT), terhadap keberadaan para lanjut usia (lansia) yang sering hidup sebatang kara.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, menegaskan bahwa program Gerilia lahir dari kepedulian terhadap kondisi lansia di Magetan yang jumlahnya cukup tinggi, yakni sekitar 20 persen dari total penduduk. “Harapan hidup masyarakat Magetan mencapai 74–75 tahun. Artinya, jumlah lansia terus meningkat. Sayangnya, banyak yang hidup sendirian tanpa keluarga di rumah. Gerilia hadir agar RT peduli, sehingga tidak ada lagi kasus lansia meninggal baru diketahui setelah beberapa hari,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magetan, Parminto Budi Utomo, menyebut program Gerilia sebagai inovasi untuk menjawab kebutuhan pelayanan sosial yang lebih dekat dengan warga. “Magetan memiliki lebih dari 2.000 lansia yang hidup sebatang kara. Dengan Gerilia, kami membangun jaringan relawan berbasis RT yang bisa memantau, melaporkan, sekaligus membantu kebutuhan lansia. Kami juga menggandeng OPD lain, Dinas Kesehatan, BPJS, hingga Dispendukcapil agar layanan sosial, kesehatan, maupun administrasi kependudukan bisa terintegrasi,” ujarnya.
Dari sisi bantuan, Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung juga menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp298 juta untuk 106 penerima manfaat. Bantuan tersebut mencakup lima klaster, yaitu anak, disabilitas, lansia, kelompok rentan, dan korban bencana. Ambarina Murdiarti Namurdiati, Koordinator Wilayah Jawa Timur dari Sentra Terpadu Kartini, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan beragam, mulai dari kursi roda, kruk, walker, alat bantu dengar, hingga kasur dan perlengkapan hidup layak. “Kami juga menyalurkan bantuan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas dan PPKS lain yang sudah berusaha mandiri di rumah. Harapan kami, bantuan ini tidak hanya sekali, tetapi berkelanjutan dan benar-benar dimanfaatkan,” tegasnya.
Program Gerilia saat ini diuji coba di tiga kecamatan sebagai pilot project sebelum diperluas ke seluruh wilayah Magetan. Relawan Gerilia di tingkat RT akan berkolaborasi dengan kader posyandu, kader kesehatan, hingga perangkat desa. Dengan pola ini, pemerintah berharap keberadaan lansia tidak lagi terabaikan dan tetap mendapatkan layanan sosial maupun kesehatan yang layak. (DmS)