RASI FM – Pak Saelan anak ke 3 dari Mbok Yem atau Wakiyem almarhum akan meneruskan usaha warung di ketinggian sekitar 3.150 meter di atas permukaan laut (mdpl). Syaiful Gimbal juru bicara keluarga besar Mbok Yem mengatakan, setelah Hari Raya Idul Adha sebanyak 13 orang termasuk Pak Saelan berangkat ke puncak Gunung Lawu untuk membenahi dan bersih bersih warung yang saat ini masih tetap buka. “Kemarin hari Jumat berangkatnya sekitar 13 orang untuk berbenah dan bersih bersih di warung. Saat ini pun tidak pernah tutup karena ada Jarwo yang menunggu warung tetap buka,” ujarnya melalui sambungan telepon Minggu (8/6/2025).
Keberangkatan Saelan ke warung Mbok Yem sekaligus membawa perbekalan untuk kebutuhan sembako bagi para pendaki. Pak Salean menurut Syaiful Gimbal ditunjuk keluarga untuk meneruskan usaha yang berjalan sudah lebih dari 40 tahun tersebut. “Nanti pak Saelan yang akan meneruskan menunggu warung Mbok Yem di puncak Gunung Lawu karena saudara lainnya merantau ada yang di Gresik dan Kalimantan, sementara yang di Magetan ya Pak Saelan,” imbuh Gimbal.
Gimbal memastikan warung Mbok Yem bukan hanya sekedar warung, tetapi merupakan warung sebagai jalan berbuat baik bagi keluarga Mbok Yem karena kebutuhan para pendaki. Warung yang berdiri lebih dari 40 tahun lalu merupakan warung jujugan bagi para pendaki yang tidak membawa bekal dari bawah. “Banyak pendaki yang membutuhkan warung Mbok Yem karena kebanyakan mereka mendaki tak membawa bekal, sehingga keberadaan warung sangat membantu mereka. Keluarga besar Mbok Yem akan terus berusaha menjaga warung Mbok Yem tetap buka agar bisa membantu para pendaki,” ucap Syaiful Gimbal.
Sebelumnya beredar video Muis salah satu pembantu Mbok Yem yang mengaku akan pensiun setelah ikut selama 19 tahun berjualan di warung puncak Gunung Lawu tersebut. Muis mengaku warung akan tutup pada tanggal 27 Mei pasca dirinya turun dari Gunung Lawu untuk pensiun. Dia juga mengaku akan ada pengganti Mbok Yem untuk melanjutkan berjualan di warung tersebut namun dia mengaku tidak tahu pasti siapa yang akan melanjutkan.
Muis juga menyampaikan informasi terkait Temon, monyet peliharaan Mbok Yem. Dia mengatakan, saat ini monyet tersebut berada di Kabupaten Blora. “Bukan sementara, mungkin bisa jadi seterusnya. Temon dipelihara orang baik dari Blora, seorang pecinta binatang,” katanya.
Pada akhir video, Muis mengaku akan melihat kondisi Temon setelah turun dari warung Mbok Yem di Puncak Gunung Lawu. (DmS)