RASI FM – Bupati Magetan Suprawoto meminta pasukan pengibar bendera pusaka dalam rangka hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 untuk merawat DNA kerukunan dalam kegiatan pengukuhan Paskibra di Pendopo Surya Graha. DNA bangsa Indonesia merupakan kerukunan diantara banyak perbedaan suku, bahasa dan adat istiadat yang merupakan ciri khas bangsa ini. Jika bangsa lain perbedaan membuat perpecahan, maka melalui perberdaan Bangsa Indoensia ini terbangun.
“DNA Indoensia itu kebhinekaan. Orang lain berbeda saja bisa pecah belah kalau kita malah perbedaan malah jadi pengikat,” ujarnya.
Suprawoto juga meminta kepada anggota paskibra yang dikukuhkan untuk terus belajar dari perbedaan yang ada sehingga melalui perbedaan tersebut para generasi muda yang akan datang akan mampu membuat Indonesia semakin besar diantara bangsa lainnya.
“Oleh sebab itu DNA nya harus dipertahankan seperti oleh yang diikrarkan adik adik kita. Dalam ikrar itu jangan hanya diucapkan, tapi diresapi dalam hati, rumah di Indonesia akan jadi kolam besar. Saat mereka berada di puncak usianya Indonesia akan menjadi kolam besar,” imbuhnya.
Sementara Komandan Kodim 0804 Magetan Dani Indrajaya mengatakan, pasukan paskibra HUT RI ke 78 dilatih oleh personil dari Kodim 0804 Magetan dipastikan siap untuk melaksanakan tugas mengibarkan maupun menurunkan bendera merah putih pada peringatan HUT RI ke 78. Mereka dilatih selama 2 minggu dan akan menjalani masa karantina sebelum melaksanakan tugasnya menjadi pasukan pengibar bendera pusaka pada hari Kamis 17 Agustus 2023.
“Agar bisa melakukan tugas ini adik adik membutuhkan latihan, kurang lebih 2 minggu adik adik dilatih oleh personil dari Kodim, alhamdulillah sudah siap untuk terjun di lapangan,” katanya.
Kegiatan pengukuhan paskibra HUT RI ke 78 dilaksanakan di Pendopo Surya Graha dipimpin langsung oleh Bupati Magetan Suprawoto dan ketua DPRD Magetan serta dihadiri oleh forkopimda dan forkopimca serta kepala OPD. (DmS)