RASI FM – Pemerintah Kabupaten Magetan melibatkan guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk menelusuri pemicu dari tindakan puluhan siswa yang melukai diri mereka sendiri dengan menggunakan jarum, penggaris dan pecahan kaca. PJ Bupati Magetan Hergunadi mengatakan, untuk sementara pihaknya lebih menekankan kepada hasil pemetaan permasalahan yang dilakukan oleh guru BK.
“Untuk sementara kita minta guru BK turun mendampingi siswa dengan memberikan pembinaan khusus dulu karena kegiatan seperti itu juga meresahkan orang tua, ” ujarnya.
Hergunadi menambahkan untuk pemeriksaan psikiater bagi puluhan siswa yang melakukan sayatan pada lengan tangan mereka masih menunggu hasil dari pembinaan khusus yang dilaksanakan oleh guru BK.
“Selain pendampingan juga kita minta guru BK untuk melakukan pengecekan di media sosial karena penyebarannya lewat media sosial,” imbuhnya.
Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mendapati ada 76 siswa SMP yang kedapatan memiliki luka sayatan pada pergelangan tangan bagian dalam saat dilakukan screaning siswa sekolah menengah . Dari hasil asesmen yang dilakukan mereka melakukan sayatan dengan menggunakan pecahan kaca, jarum dan penggaris.
“Kita tidak tahu jarum untuk membuat sayatan itu dari mana. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan KB untuk melakukan screaning,” ujar Rohmat Hidayat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan (DmS)