Connect with us

Ekonomi

Cerita Batik Ciprat Yang Membuat Difabel Magetan Mampu Mandiri.

Published

on

Cerita Batik Ciprat Yang Membuat Difabel Magetan Mampu Mandiri.

Rasi Fm – Puluhan difabel yang tergabung di dalam kegiatan social masyarakat shelter workshop Sambung Roso di Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan mampu mandiri dengan aktifitas membatik batik ciprat.

Ketua Kegiatan Sosial Masyarakat shelter workshop Sambung Roso Maryani mengatakan, dalam sebulan para penyandang difabel di Desa Simbatan mampu menyelesaikan 500 lembar batik ciprat pesanan pembeli.

“Itu bisa lebih bisa juga kurang, tapi rata rata pesanan segitu. Itu belum termasuk sejumlah usaha lain dari membuat keset dan produk turunan batik ciprat lainnya seperti tas dompet,” ujarnya.

Baca Juga:  Menjaga Rasa, Merawat Warisan: Andi Putra dan Jejak Generasi Ketiga Roti Bolu Desa Nitikan.

Maryani menambahkan, dengan kegiatan membatik ciprat sekitar 23 penyandang difabel di Kegiatan Sosial Masyarakat shelter workshop Sambung Roso mampu mempunyai penghasilan paling rendah Rp 1 juta rupiah. Pendapatan tersebut belum dihitung dari 10 persen pendapatan mereka yang digunakan untuk antisipasi kebutuhan tak terduga seperti sakit atau ada rekan mereka yang menikah dan tabungan untuk kewirusahaan mendatang.

Baca Juga:  MK Perintahkan Gelar PSU di 4 TPS, PJ Bupati Magetan : Anggaran Rp 10 Miliar

“Minimal kita kasih anak itu Rp 1 juta. 30 persen itu kita bagikan kepada anak, yang 60 persen kita putar yang 10 persen untuk dana cadangan kalau anak sakit atau ada yang mau nikah atau untuk dana kesehatan,” imbuhnya.

Sejumlah para penyandang difabel di Desa Simbatan juga telah mampu mandiri untuk mempunyai wirausaha dari beternak kambing dan usaha lainnya dari bantuan pemerintah daerah. Mesti telah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah baik program maupun bantuan social diharapkan pemerintah daerah juga memberikan bantuan peningkatan sdm untuk ketrampilan usaha lainnya.

Baca Juga:  BPBD Magetan Pastikan Warga Desa Sayutan Masih Andalkan Air Sumur, Belum Krisis Air

“Dari pemerintah kita mendpaat bantuan kambing untuk, ada modal usaha untuk anak yang dirumah yang sekiranya mau buka usaha,” ucap Maryani.

Melalui kegatan membatik yang mampu menopang para difabel untuk mandiri diharapkan masyarakat tidak lagi apriori untuk mendukung para difabel untuk mendapatkan haknya mendapat pendidikan dan hak untuk bia berusaha sendiri. (DmS)

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM