Connect with us

News

Anggota Komisi IV DPRRI Dari PKS Himbau Bulog Bekerjasama Dengan Bumdes Dalam Penyerapan 3 Juta Ton Gabah Petani.  

Published

on

Anggota Komisi IV DPRRI Dari PKS Himbau Bulog Bekerjasama Dengan Bumdes Dalam Penyerapan 3 Juta Ton Gabah Petani.  

RASI FM – Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera PKS Riyono mendorong Bulog serius untuk melaksanakan penyerapan gabah petani sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga persiapan agar 2025 Indonesia tidak melakukan impor beras. Politisi PKS tersebut mengatakan, Menko Pangan Zulhas meminta Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga 6.500 rupiah per kg untuk gabah dan beras petani dengan harga 12.000 – 12.250/kg sampai volume 3 juta ton.

“Bulog sebagai lembaga eksekutor dalam hal pangan harus fokus dan sungguh – sungguh dalam menyerap gabah dan beras petani lokal, komitmen menyerap dari petani menjadi kunci kestabilan harga di level petani,” kata Riyono Caping melalui pesan singkat Senin (28/1/2025).

Baca Juga:  Rumah di Ponorogo Tersambar Petir, Genteng Rontok dan Videonya Viral di Media Sosial

Riyono menambahkan, evaluasi Bulog tahun 2024 mencatat penyerapan hasil dalam negeri sebesar 1,26 juta ton setara beras. Angka tersebut menurutnya terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 831 ribu ton dan beras komersial sebanyak 434 ribu ton. Pengalaman penyerapan gabah atau beras oleh Bulog menurutnya masih belum menyakinkan. Tahun 2022 Bulog diminta serap gabah beras dengan harga berapapun di petani ternyata juga belum mampu dilakukan. “Jika 2024 saja baru mampu serap beras 1,26 juta ton, 2025 diminta 3 juta ton beras. Artinya harus kerja super keras oleh Bulog. Mampu tidak?” imbuhnya.

Riyono yang sempat melakukan sidak ke gudang Bulog Ngawi menyarankan Bulog melakukan perjanjian kerja sama dengan Bumdes dan Gapoktan dalam penyerapan gabah petani di tahun 2025. BULOG menurutnya harus memberikan kesempatan BUMDES yang merupakan badan usaha milik desa untuk memberdayakan petani dengan sistem yang saling menguntungkan.

Baca Juga:  Kebakaran Gunung Lawu Hampir Mencapai 2.000 Hektar, Pemadaman Water Bombing Diperluas.

“Saran saya yang bulan lalu ke gudang Bulog di Ngawi, baiknya dalam penyerapan perlu PKS (Perjanjian Kerja Sama ) dengan BUMDES dan Gapoktan. Satgas Bulog belum mampu cover serapan gabah/beras ke petani” ucapnya.

Riyono mengatakan, sesuai Kepbadan Pangan Nomor 2 Tahun 2025, telah diatur HPP gabah dan beras bagi Bulog dengan rincian Gabah Kering Panen (GKP) di petani sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg) dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. GKP di penggilingan sebesar Rp 6.700 per kg dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan sebesar Rp 8.000 per kg dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen. GKG di gudang Bulog sebesar Rp 8.200 per kg dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen dan Beras di gudang Bulog sebesar Rp 12.000 per kg dengan kualitas derajat sosoh minimal 100 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan butir menir maksimal 2 persen. (DmS)

Baca Juga:  Peternak di Magetan Siap Berangkat ke Jakarta Mengadu ke DPR RI, Harga Telur Ayam Tak Kunjung Membaik Butuh Solusi Nasional.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM