Connect with us

News

Ada 14 Suspek Casmpak Selama 2026, Dinkes Magetan Kirim Sample ke Surabaya Tunggu Hasil Laboratorium.

Published

on

Ada 14 Suspek Casmpak Selama 2026, Dinkes Magetan Kirim Sample ke Surabaya Tunggu Hasil Laboratorium.

RASI MEDIA – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan bergerak cepat menyikapi munculnya kasus suspek campak yang merebak disejumlah wilayah. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau P2P Dinas Kesehatan Magetan, Suwantiyo, memastikan sampel kasus telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk memastikan diagnosis. “Kami sudah mengambil sampel dan mengirimkannya ke Surabaya untuk diperiksa di laboratorium,” ujar Suwantiyo.

Ia menjelaskan, campak umumnya ditandai dengan gejala demam yang disertai munculnya ruam merah pada kulit.“Biasanya gejalanya panas, kemudian muncul ruam merah di kulit,” jelasnya.

Baca Juga:  Upaya Pemadaman Api Gunung Lawu Rencananya Akan Menggunakan Heli Water Bombing.

Dinas Kesehatan mencatat, selama Januari hingga Maret 2026 terdapat 14 kasus suspek campak di Magetan. Rinciannya, enam kasus pada Januari, dua kasus pada Februari, dan enam kasus pada Maret. Seluruh sample saat ini telah dikirim ke Surabaya untuk mendapatkan kepastian ahasil apakah 14 suspek campak atau bukan. Dari 14 suspek 4 diantaranya baru dikirim berbap ahari terkahir.

Baca Juga:  Gelar Pelsa, Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Sosialisasikan Penanganan PMK Yang Mulai Melandai.

Meski demikian, Suwantiyo menyebut pihaknya masih melakukan analisis untuk memastikan tren peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.“Kami masih melihat datanya, baik mingguan maupun dibandingkan tahun lalu,” katanya.

Secara nasional, Suwantiyo mengungkapkan terdapat sekitar 800 kasus suspek campak yang dilaporkan di Jawa Timur. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 kasus masih dalam proses pemeriksaan laboratorium, termasuk 10 kasus dari Magetan.“Penentuan itu tergantung hasil pemeriksaan dari provinsi,” tegasnya.

Baca Juga:  Keluarga Korban Sempat Ungkap Kekecewaan Terhadap KAI Saat Penyerahan Santunan di Kantor Bupati Magetan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Magetan terus meningkatkan kewaspadaan dengan mengedarkan surat edaran serta materi edukasi kepada masyarakat.“Kami selalu mengingatkan agar waspada, apalagi jika ada peningkatan kasus secara nasional,” ujarnya.

Selain itu, vaksinasi menjadi langkah utama dalam pencegahan campak. Suwantiyo menegaskan imunisasi MR harus diberikan sesuai jadwal, terutama pada anak usia 9 bulan hingga kurang dari satu tahun.“Harapannya semua anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal,” pungkasnya.

 133 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *