News
4.800 Siswa Diskrining dan 491 Alami Gangguan Penglihata, ISEE Magetan Targetkan 92 Sekolah Pelatihan Deteksi Kesehatan Mata,
Published
3 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Koordinator Program ISEE Kabupaten Magetan, Erna, menyatakan termasuk menyiapkan pelatihan guru tahap II pada tahun 2026 sebagai tindak lanjut pelatihan yang telah diadakan akhir tahun 2025. Pertemuan yang diadakan bersama para kepala sekolah itu bertujuan menandai komitmen sekolah sebelum pelatihan lanjutan dilaksanakan. “Kami akan merencanakan pelatihan guru tahap dua pada tahun 2026. Sebelum itu, kami adakan pertemuan kepala sekolah untuk mengetahui komitmen sekolah yang gurunya akan kami latih,” ujar Erna. Ia menegaskan, kesehatan mata harus masuk dalam kegiatan sekolah melalui UKS agar guru yang sudah terlatih dapat melakukan screening atau deteksi dini gangguan penglihatan secara mandiri.
Erna memaparkan, target program ISEE di Magetan mencapai 92 sekolah. Pada akhir tahun 2025, sebagian sekolah telah mengikuti pelatihan, sehingga tersisa 45 sekolah yang akan dibor pada tahun 2026. Dari pelaksanaan tahap pertama, tim berhasil melakukan screening terhadap sekitar 4.800 siswa pada tahun 2025. Hasilnya, sebanyak 491 siswa terdeteksi mengalami gangguan penglihatan dengan variasi minus antara minus 1 hingga minus 15. Dari jumlah itu, 407 siswa telah memperoleh kacamata dukungan melalui program dan mitra. Namun, dari total 180 sekolah di Magetan, baru 27 persen atau sekitar 48 sekolah yang aktif melaksanakan kegiatan screening kesehatan mata.
Ia juga mengungkapkan masih rendahnya pemahaman sekolah terkait pemanfaatan BPJS Kesehatan untuk kacamata. “Bapak Ibu Guru dan Kepala Sekolah banyak yang belum tahu kalau BPJS bisa cover kacamata. Untuk kelas 3 itu meng-cover Rp165 ribu, biasanya cukup sampai minus 4. Kalau minus di atas itu perlu biaya tambahan,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, program ini turut membantu pembiayaan tambahan bagi siswa kurang mampu, termasuk yang memiliki BPJS tetapi tidak sanggup menutup selisih biaya lensa di atas minus 4.
Sementara itu, Guru MIN 9 Magetan, Abidah Arifah, menyebut dari 68 siswanya, sekitar 8–9 anak terdeteksi mengalami gangguan penglihatan saat pemeriksaan dan satu siswa dengan kondisi cukup berat telah menerima kacamata. “Kalau soal gadget orang tua langsung respon, tapi kalau soal mata sering belum sadar. Padahal anak yang tidak bisa melihat papan tulis itu sangat berpengaruh pada hasil belajarnya,” ujarnya.
763 total views, 3 views today


