Connect with us

Magetan's

Resmikan Pengurusan Baru, Pemerintah Daerah Berharap FKUB dan FPK Bergerak Langsung di Masyarakat

Published

on

Resmikan Pengurusan Baru, Pemerintah Daerah Berharap FKUB dan FPK Bergerak Langsung di Masyarakat

Rasi Fm – Pemerintah Daerah Kabupaten Magetan meresmikan pengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Pendopo Surya Graha. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Bakesbangpol Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi mengatakan, pengurusan baru FKUB saat ini dijabat oleh Jalaludin dan ketua FPK Kabupaten Magetan saat ini dipimpin oleh H Sukarno dimana keduanya merupakan orang orang yang mempunyai pengalaman di bidang forum kerukunan. Keduanya akan menjabat sebagai Ketua FKUB dan FPK tahun 2021 hingga 2024 mendatang. Dalam waktu dekat pemerintah daerah akan mengundang pengurusan FKUB dan DPK yang akan membahas program kerja yang akan dilaksanakan dalam pengurusan mereka.
“Dalam waktu dekat mungkin Selasa kita akan undang untuk FKUB maupun FPK. Nanti masing masing FKUB atau FPK punya program program yang pertama kita harus punya desa unggulan misalnya desa pancasila atau desa kerukunan umat beragama yang semua terwakili umat beragama semua disitu. Dan juga kearifan local, bank sampah, pencegahan banjir nanti kita rumusksn mana yang paling cocok untuk jadi program kerja untuk masa bakti masa sekarang, ” ujarnya
Sementara Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, kegiatan FKUB dan FKB saat ini harus berbeda dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya, karena saat ini lebih dibutuhkan program yang langsung diaplikasian kepada masyarakat. Dengan adanya bencana banjir dan longsor serta kebutuhan air dan kerusakan alam, FKUB dan FKB dituntut untuk turun langsung membuat kegiatan social yang melibatkan seluruh eleman masyarakat lintas agama.
“Ada sebuah kegiatan atas nama lintas agama itu yang wujudnya menyelesaikan persoalan persoalan Magetan. Misal sampah, jadi bank sampah bagaimana mempercepat bank sampah desa pengelolaan sampah itu semakin massif sehingga sampah tidak berserakan. Magetan mulai banjir terus bagaimana mengedukasi masyarakat terkait pengeloalan sampah, menghijaukan, Kita sudah mulai krisis air kalau tidak mulai dari sekarang bagaimana mengedu masyarakat untuk membuat resapan, menghijaukan. Kita sudah mulai krisis air, kalau tidak mulai sekarang itu akan berbahaya. mungkin manti pertemuannya di alam terbuka diskusi kalau itu nanti arahnya ke penghijauan,” katanya. (DmS)

Baca Juga:  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah desa Sosialisasi Puspa

 302 total views,  3 views today